Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
KONI KALTIM

ALTI Kaltim Dorong Standar Nasional Lewat Sertifikasi Pelatih dan Race Director

Kompak.id, Samarinda – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kalimantan Timur mulai memperkuat fondasi pembinaan olahraga lari melalui program sertifikasi pelatih dan race director. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme, kualitas penyelenggaraan, serta standar keselamatan dalam setiap event Lari Trail yang bakal digelar kedepannya.

Ketua ALTI Kaltim Veronika mengatakan sertifikasi yang diikuti 24 orang peserta itu bukan sekadar pelatihan administratif, melainkan upaya memastikan pembinaan atlet dan pengelolaan perlombaan berjalan sesuai standar yang benar dan aman.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar profesionalisme, kualitas, dan keamanan dalam penyelenggaraan olahraga lari. Pembinaan atlet maupun pengelolaan lomba harus berjalan secara benar dan aman,” katanya, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Veronika, sertifikasi pelatih dibutuhkan agar para pembina memiliki dasar pendidikan, Ilmu kepelatihan, serta kemampuan menyusun program latihan yang tepat. Dengan begitu, risiko cedera terhadap atlet maupun peserta didik dapat ditekan.

“Pelatih harus punya dasar pendidikan yang baik, bisa menyusun program latihan yang tepat, serta mencegah cedera agar kompetensinya sesuai standar profesional,” ujarnya.

Sementara sertifikasi race director difokuskan pada peningkatan kualitas penyelenggaraan perlombaan. Veronika menegaskan penyelenggara harus memahami manajemen lomba, faktor keselamatan peserta, hingga penerapan regulasi perlombaan secara adil.

“Race director harus mampu mengatur lomba agar berjalan terstruktur, mengutamakan keselamatan peserta di berbagai medan, serta memastikan aturan perlombaan terpenuhi dengan adil,” tuturnya.

Veronika (Kanan), Rasman Rading (Tengah), Hendra Radinal Ary (Kiri) saat diwawancarai

Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Rasman Rading mendukung penuh berjalannya sertifikasi ini. Ia memastikan pemerintah provinsi siap membantu koordinasi dengan pihak terkait apabila penyelenggara menghadapi kendala perizinan penggunaan kawasan alam.

“Kalau itu menjadi kendala nanti kita komunikasikan dengan Dinas Kehutanan dan pihak terkait agar kegiatan trail bisa berjalan,” katanya.

Rasman menilai kegiatan ALTI membawa manfaat lebih luas karena tidak hanya mendorong prestasi olahraga, tetapi juga mengangkat isu pelestarian lingkungan dan memperluas budaya berolahraga hingga ke wilayah pedesaan.

“Teman-teman ALTI membawa isu lingkungan. Mereka memasyarakatkan olahraga sampai ke ujung kampung dan memberikan pesan bahwa kegiatan ini tidak akan pernah merusak alam,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh penyelenggara event trail di Kaltim agar tidak menggelar perlombaan tanpa sertifikasi dan rekomendasi resmi dari ALTI. Menurutnya, standar keselamatan tidak boleh diabaikan karena menyangkut risiko di lapangan.

“Jangan sekali-kali melakukan kegiatan tanpa rekomendasi dari pengurus terkait. Kalau dilakukan tanpa sertifikasi resmi, dikhawatirkan terjadi sesuatu di luar dugaan penyelenggara,” tegas Rasman.

Senada dengan itu, Wakil Ketua KONI Kaltim Hendra Radinal Ary menyebut sertifikasi menjadi kebutuhan mendasar bagi cabang olahraga yang berlangsung di medan ekstrem seperti lari trail. Menurutnya, kualitas pelatih dan penyelenggara akan berpengaruh langsung terhadap keselamatan atlet sekaligus kesiapan daerah menghadapi ajang nasional.

“Olahraga ini ekstrem, sehingga pelatih dan penyelenggaranya harus benar-benar memahami standar keselamatan dan manajemen pertandingan. Itu menjadi modal penting kalau Kaltim ingin membangun prestasi sampai ke PON,” pungkas Hendra. (Ain)

Related posts