Kompak.id, Samarinda – Banyaknya aset daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal dinilai justru menjadi beban bagi keuangan daerah. DPRD Kota Samarinda mendorong perubahan pola pengelolaan agar aset bisa menghasilkan pendapatan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa aset yang dibiarkan tanpa pemanfaatan hanya akan menambah biaya, terutama untuk pemeliharaan dan pengamanan.
“Jangan hanya dipagari terus, keluar biaya lagi. Kenapa tidak dimanfaatkan?” ujarnya, Kamis (7/5/2026)
Ia mendorong pemerintah kota untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga, seperti penyewaan atau pengembangan usaha di atas aset milik daerah.
“Bisa disewakan atau kerja sama. Itu bisa jadi pemasukan daripada hanya jadi beban,” tegasnya.
Iswandi menilai, pola pikir dalam pengelolaan aset harus diubah dari sekadar menjaga menjadi mengoptimalkan nilai ekonomi yang dimiliki.
“Kita harus ubah pola pikir. Kalau keluar Rp1 juta, harus bisa dapat Rp5 juta,” katanya.
Ia juga mencontohkan berbagai aset potensial seperti rumah susun, mess daerah, hingga lahan strategis yang bisa dikembangkan menjadi sumber pendapatan.
“Banyak aset kita sebenarnya bisa dimanfaatkan, misalnya kerja sama bangun usaha, kafe, atau lainnya,” ujarnya.
DPRD bahkan meminta pemerintah kota segera menyusun klasifikasi aset berdasarkan tingkat strategis dan potensi pemanfaatannya.
Langkah ini dinilai penting untuk menentukan arah kebijakan agar aset daerah benar-benar menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
