Kompak.id, Samarinda – Kondisi fiskal menjadi salah satu perhatian utama DPRD Kota Samarinda dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Pemerintah kota disebut menghadapi proyeksi defisit sekitar Rp600 miliar yang berdampak terhadap perubahan postur anggaran daerah.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan berdasarkan pembahasan sementara, kemampuan anggaran Samarinda mengalami penyesuaian cukup signifikan. Dari asumsi awal sekitar Rp3,8 triliun, anggaran diproyeksikan tersisa sekitar Rp3,2 triliun.
“Enggak ada penambahan, justru defisit. Jadi, dari Rp3,8 triliun itu jadi sisa kurang lebih cuma Rp3,2 triliun,” kata Rohim, Selasa (15/9/2026)
Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp600 miliar dari proyeksi sebelumnya. Rohim menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan sejumlah komponen pendapatan daerah yang mengalami penyesuaian, termasuk Transfer ke Daerah (TKD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ya, jadi asumsinya itu ada defisit kurang lebih sekitar Rp600 miliar,” ujarnya.
Menurut Rohim, angka tersebut masih merupakan bagian dari pembahasan dan belum menjadi postur final APBD Perubahan 2026. Namun, DPRD meminta penyusunan anggaran menggunakan asumsi penerimaan yang realistis agar tidak kembali menghadapi persoalan ketika target pendapatan tidak tercapai.
“Kita menyusun APBD Perubahan dengan asumsi yang paling mendekati realitasnya,” tegasnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menentukan kembali skala prioritas belanja. Pelayanan minimum yang sudah dianggarkan harus tetap berjalan, sementara kewajiban pemerintah, termasuk pembayaran utang, juga menjadi perhatian dalam pembahasan.
Di sisi lain, DPRD juga meminta agar kebutuhan penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan tidak terabaikan akibat penyesuaian anggaran.
“Yang prioritas sekarang yang sudah dianggarkan untuk pelayanan minimum itu tetap berjalan. Kemudian yang kedua menyelesaikan utang. Yang ketiga untuk mem-back up selama kondisi bencana ini masih berlangsung terkait dengan kekeringan dan kebakaran,” ungkap Rohim.
Ia menambahkan, DPRD masih mencermati sumber-sumber pendapatan yang berpotensi masuk hingga akhir tahun sebelum menetapkan postur final APBD Perubahan 2026.
“Ada asumsi kita mengalami defisit kurang lebih sekitar Rp600 miliar,” pungkasnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
