Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA SERBA SERBI

IPPRISIA Kaltim – DP2PA Samarinda Kolaborasi dalam SIAP BERDAYA

Dari peltihan ini. peserta menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.

Samarinda – Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda terus memperkuat komitmen dalam pemberdayaan perempuan melalui Program SIAP BERDAYA (Sekolah Inklusif Aman dan Produktif untuk Perempuan Berdaya) yang difokuskan pada pelatihan vokasi menjahit bagi perempuan dari kelompok rentan sosial ekonomi.

Program yang dilaksanakan di Gedung Temindung Creative Hub, Jalan Pipit No. 325 Samarinda, Kamis (21/5/2026), menjadi langkah nyata menghadirkan ruang belajar yang aman, inklusif, dan produktif bagi perempuan agar memiliki keterampilan yang dapat mendukung peningkatan pendapatan serta kemandirian ekonomi keluarga.

Kegiatan ini diikuti oleh 62 peserta yang terdiri dari perempuan PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga), perempuan rentan, dan penyandang disabilitas. Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran dasar menjahit mulai dari pengenalan alat dan mesin jahit, pembuatan pola sederhana, praktik menjahit produk dasar, hingga teknik penyelesaian dan finishing produk serta pengenalan peluang usaha jahit rumahan.

Sekretaris DP2PA Kota Samarinda, Veronika Hinum, mengatakan program ini dirancang tidak sekadar memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri serta semangat mandiri peserta melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis praktik.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini. Program seperti SIAP BERDAYA menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas perempuan agar memiliki bekal keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan tambahan,” ujarnya.

Menurut Veronika, hasil karya peserta selama pelatihan menunjukkan kualitas yang membanggakan. Berdasarkan penilaian para mentor dan instruktur, produk yang dihasilkan telah memiliki kualitas baik dan nilai jual di pasaran. Pemerintah Kota Samarinda juga berkomitmen membantu memfasilitasi akses pasar agar hasil karya peserta dapat dikenal lebih luas dan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.

Mewakili Ketua IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, Wakil Ketua IPPRISIA Kaltim Fitri Ekadinanti menyampaikan bahwa sinergi bersama DP2PA Kota Samarinda merupakan bentuk kolaborasi berkelanjutan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi perempuan.

“Kami melihat perempuan memiliki potensi besar untuk berkembang ketika diberikan ruang belajar dan pendampingan yang tepat. Melalui Program SIAP BERDAYA, peserta tidak hanya belajar menjahit, tetapi juga didorong untuk memiliki kepercayaan diri dan kesiapan membangun usaha sederhana berbasis keterampilan yang dimiliki,” ungkap Fitri.

Sebagai mitra pelaksana, IPPRISIA Kaltim bersama Emelda Roda Seni Samarinda berperan menyediakan instruktur, menyusun materi pelatihan yang sederhana dan aplikatif, mendampingi praktik peserta, serta melakukan evaluasi hasil pelatihan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Ketua Bidang Ekonomi IPPRISIA Kaltim, Nuraidah, turut berperan aktif mendampingi peserta selama proses pelatihan berlangsung, memberikan motivasi, serta memastikan setiap peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pembelajaran dengan baik.

Program SIAP BERDAYA menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan perempuan yang mandiri, percaya diri, kreatif, produktif, dan memiliki daya saing di sektor ekonomi kreatif. Selain memperoleh ilmu dan keterampilan, para peserta juga mendapatkan bantuan mesin jahit sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha mandiri setelah pelatihan berakhir.

Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan dan keluarganya, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Kota Samarinda. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan terus berlanjut guna memperluas manfaat pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kapasitas keterampilan produktif masyarakat.

Related posts