Kompak.id, Samarinda — Kemajuan teknologi digital dinilai tidak hanya mengubah cara masyarakat bekerja dan bertransaksi, tetapi juga memengaruhi pola hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.
Menurut Anhar, berbagai layanan digital memang memberikan kemudahan dan efisiensi. Namun ia menilai kemajuan tersebut juga berpotensi mengurangi ruang interaksi langsung antarindividu yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sekarang banyak aktivitas yang dulu mengharuskan orang bertemu langsung, sekarang cukup dilakukan lewat layar,” ujarnya, Jumat (29/5/2026)
Ia menilai perubahan pola hidup tersebut secara perlahan membuat masyarakat semakin jarang berinteraksi secara langsung. Aktivitas yang sebelumnya melibatkan pertemuan fisik kini banyak digantikan oleh layanan berbasis aplikasi.
“Dulu orang ke pasar, ke perpustakaan, ke kampus, ada proses interaksi di sana. Sekarang semakin banyak yang dilakukan sendiri,” katanya.
Anhar menegaskan bahwa teknologi memang membantu mempercepat berbagai aktivitas. Namun ada nilai-nilai sosial yang menurutnya tidak dapat digantikan oleh kecanggihan teknologi.
“Hubungan antarmanusia itu tidak bisa digantikan oleh aplikasi. Ada nilai persaudaraan dan komunikasi yang hanya lahir dari pertemuan langsung,” tegasnya.
Ia mencontohkan bagaimana proses belajar, bekerja, maupun aktivitas ekonomi pada masa lalu selalu menghadirkan ruang pertemuan dan interaksi sosial yang lebih luas dibanding saat ini.
“Ketika semua kebutuhan bisa dipenuhi dari rumah, ruang interaksi sosial kita otomatis menjadi semakin sempit,” ungkapnya.
Menurut Anhar, berkurangnya interaksi sosial dapat berdampak pada kehidupan masyarakat dalam jangka panjang, terutama dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial.
“Kalau masyarakat terlalu lama hidup di balik layar, kita khawatir rasa kebersamaan dan kepedulian sosial juga ikut berkurang,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dengan orang lain. Karena itu, perkembangan teknologi harus tetap diimbangi dengan upaya menjaga ruang-ruang interaksi di tengah masyarakat.
“Manusia pada hakikatnya makhluk sosial. Karena itu teknologi tidak boleh menghilangkan ruang perjumpaan antarwarga,” ujarnya.
Anhar berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengurangi nilai-nilai sosial yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat,” tutupnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
