Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA

Rangkaian HUT Ika Pakarti, Andi Harun Buka Gelar UMKM dan Seni Budaya

Andi Harun memberikan ucapan selamat untuk Ika Pakarti yang sudah berusia 19 tahun.

SAMARINDA – Semarak rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ika Pakarti) mulai digelar, Kamis (14/7) tadi di halaman GOR Madya Kadrie Oening Sempaja, Samarinda. Puncak acara ulang tahun, akan digelar Sabtu (17/7) malam, dengan pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang Ki Anom Dwijo Kangko dari Blitar dan pelawak Gareng dari Semarang.

Pembukaan gelar UMKM dan Seni Budaya, sebagai pembuka rangkaian acara ulang tahun paguyuban ini dilakukan Wali Kota Samarinda, DR H Andi Harun. Hadir Sekretaris Umum Ika Pakarti Kaltim M Samsun, serta ketua panitia Bagus Susetyo.

Bagus Susetyo, ketua panitia dalam kegiatan ini menyampaikan, sengaja menggelar Gebyar UMKM dan Seni Budaya, untuk melestarikan kebudayaan, yang sudah jarang dilakukan generasi milenial. “Ini sesuai dengan semangat, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, mikul duwur mendem jero,” sebut Bagus Susetyo.

Ia menyampaikan, tak hanya seni budaya Jawa, seperti jaranan, reog ponorogo, hingga wayang kulit, kegiatan ini juga menghadirkan seni budaya dari Dayak hingga Banjar. “Ini upaya kami untuk saling menghargai antar suku dan budaya di Kaltim,” sebut Bagus.

Dikatakan, setelah 3 tahun dihantam pandemi Covid 19, Ika Pakarti mencoba memberikan hiburan untuk warga Kaltim. Dengan menghadirkan UMKM dan gelar seni budaya, diharapkan semua seni budaya yang ada, memiliki kesempatan bisa eksis dan mendapat tempat di masyarakat.

“Semoga juga terjadi pemulihan ekonomi. Kehadiran UMKM semoga menjadi wadah pelaku usaha kecil menengah. Setidaknya hadir 90 usaha kecil baik kuliner dan kerajinan kreatif serta usaha lainnya,” sebutnya.

Bagus menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan pemerintah dan Satgas Covid yang memberikan izin atas acara ini. “Juga terima kasih atas dukungan semua donatur yang mendukung acara ini. Semoga Kaltim tetap kondusif,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Ika Pakarti Kaltim M Samsun, mewakili ketua umum Ika Pakarti Rusmadi yang sedang tugas ke luar daerah, menyampaikan Gebyar Seni Budaya dan UMKM ini sebagai wujud rasa syukur, karena pada akhirnya Kaltim bisa lepas dari pandemi.

“Setelah tiga tahun, harapannya rangkaian acara ini bisa membangkitkan ekonomi masyarakat dan kita bisa menatap masa depan dengan baik,” sebutnya. Apalagi, Kaltim juga menjadi ibu kota negara, sehingga perlu situasi yang aman dan kondusif.

BACA JUGA :  Serahkan Semar, Gubernur Hadiri Puncak HUT ke-19 Ika Pakarti 

Dikatakan pula, selama pandemi, praktis warga Jawa ada yang jarang pulang ke kampung halaman. Sehingga, gebyar seni budaya juga bisa melepas kerinduan akan kampung halaman. “Sudah lama tidak pernah ada pagelaran wayang kulit karena pandemi,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda DR Andi Harun dalam sambutannya membenarkan, pandemi Covid sudah melanda dan melemahkan kondisi ekonomi. Karena itu, Wali Kota mengapresiasi apa yang digelar Ika Pakarti dengan pameran produk UMKM juga pagelaran kesenian. “Ika Pakarti membuktikan mengedepankan persaudaraan dan guyub rukun. Semoga Ika Pakarti berperan dalam memperhatikan potensi keanekaragaman tanpa membedakan suku agama dan golongan,” sebut Andi Harun. Ia juga mengajak warga Ika Pakarti bersedia kolaborasi mendukung Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban.

Andi Harun berharap, semua paguyuban, termasuk Ika Pakarti, mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian kultur budaya. Sehingga diharapkan ada ikatan sosial dan ikatan antar-keluarga yang kuat.

“Semoga paguyuban mau mengurusi warga yang ekonomi lemah. Mengurusi warga yang sakit. Mengurusi warga yang belum berdaya secara sosial dan ekonomi. Sehingga kehadirannya dirasakan manfaatnya oleh warga,” pesannya.

Andi Harun mengingatkan, agar paguyuban tidak justru menitikberatkan urusan politik dan bisnis serta usaha para pengurusnya. “Jangan masuk paguyuban untuk menjadi batu loncatan politik dan bisnis. Nanti pengurus yang kaya, warga tetap miskin,” tegasnya.

Diakui Andi Harun, warga Jawa paling banyak berada di Kaltim. Karena itu perlu didata berapa jumlah warga Jawa yang di bawah garis kemiskinan. “Akan mulia sebuah paguyuban, jika mengurusi orang miskin dan susah. Kalau warga diurusi, pasti warganya akan mendukung paguyuban. Kalau organisasi lebih ke politik, pasti tidak akan didukung warga,” imbuhnya.

Karena itu, Andi Harun benar-benar mengingatkan agar tidak membawa partai politik ke paguyuban. Supaya, organisasi benar benar guyub rukun. “Politik itu ngga bisa bikin rukun,” ujarnya.

Andi Harun mengajak semua pemimpin bisa bermanfaat, salah satunya dengan memperhatikan warganya. “Saya optimistis Ika Pakarti bisa mewujudkan organisasi ini guyub rukun dan bermanfaat bagi warganya,” harapnya.

Andi Harun membuka Gebyar Seni Budaya dan UMKM tersebut dengan memukul gong didampingi para pengurus Ika Pakarti. Usai pembukaan, acara Gebyar Seni Budaya dan UMKM diisi dengan seni Reog Ponorogo dan Tari Jaranan. (*)

Related posts