Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Potensi Wisata Samarinda Dinilai Belum Maksimal

Kompak.id, Samarinda – Label Kota Niaga tentu sudah sangat lekat dengan Kota Samarinda, pasalnya Kota Tepian Sungai Mahakam ini memang terkenal sebagai Kota perdagangan sejak lama. Namun, Kota Samarinda ternyata memiliki sisi lain, Kota yang sepenuhnya berbatasan dengan Kutai Kartanegara ini nyatanya memiliki sejumlah potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik kunjungan, mulai dari Desa Pampang hingga kawasan perbukitan yang menawarkan panorama kota dari ketinggian.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menilai potensi tersebut belum cukup apabila hanya dipromosikan. Pemerintah perlu hadir melalui pembangunan infrastruktur pendukung agar kawasan wisata dapat diakses dan dinikmati masyarakat dengan nyaman.

“Desa Pampang itu salah satu potensi wisata yang harusnya menjadi ciri khas atau tempat yang bisa dikunjungi. Cuma kan itu harus diolah dan dikelola, tidak bisa dibiarkan begitu saja,” ujar Andriansyah, Senin (7/9/2026)

Menurutnya, pengembangan Desa Pampang harus disertai infrastruktur pendukung. Pemerintah perlu melihat kebutuhan kawasan tersebut, mulai dari akses hingga fasilitas yang menunjang kenyamanan pengunjung.

Selain Pampang, ia menyebut kawasan Berambai sebagai salah satu lokasi yang memiliki peluang untuk dikembangkan. Sejumlah titik di kawasan tersebut dinilainya memiliki suasana yang dapat menjadi alternatif tujuan rekreasi masyarakat.

Potensi lainnya terdapat di kawasan perbukitan yang memungkinkan masyarakat menikmati pemandangan Kota Samarinda dari ketinggian. Andriansyah menyebut kawasan Gunung Steling dan Gunung Mangga sebagai lokasi yang dapat dikembangkan untuk menikmati panorama kota atau city light.

“Pemerintah hadir pertama kunjungan ke sana, melihat kondisinya seperti apa untuk bisa dikembangkan. Kedua, infrastrukturnya bantu. Misalnya jalan yang menuju ke sana kita permudah. Mungkin ada lahan parkir yang harus kita siapkan,” katanya.

Ia menilai pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap setiap potensi sebelum menentukan konsep pengembangannya. Infrastruktur dan akses menjadi bagian penting agar destinasi yang berada di luar pusat kota tetap mudah dijangkau.

Menurut Andriansyah, pengembangan tersebut juga perlu diikuti promosi yang tepat sehingga masyarakat luar daerah mengetahui pilihan wisata yang tersedia di Samarinda.

“Artinya potensi-potensi alam yang ada itu kenapa tidak kita maksimalkan?” tegasnya.

Ia menilai banyaknya potensi tersebut menjadi modal bagi Samarinda untuk membangun sektor pariwisata. Namun, pengelolaan yang lebih serius diperlukan agar potensi tersebut benar-benar menjadi destinasi yang mampu mendatangkan pengunjung dan menggerakkan ekonomi kota.

“Pengelolaan memang harus serius, agar orang juga betah berkunjung,” pungkas Andriansyah. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)

Related posts