Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Narkotika Menyasar Berbagai Lapisan Masyarakat

Kompak.id, Samarinda – Persoalan penyalahgunaan narkotika di Kota Samarinda dinilai telah berkembang menjadi ancaman yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Penyebarannya disebut tidak lagi dapat dilihat hanya dari kelompok usia, tingkat pendidikan maupun kondisi ekonomi tertentu.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan kondisi tersebut membuat upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, narkotika telah menjadi persoalan sosial yang dapat muncul di berbagai lingkungan masyarakat.

“Narkotika ini sudah masuk ke setiap lini kehidupan. Dari usia anak sampai usia lansia itu sudah ada,” kata Sri, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut juga tidak hanya ditemukan pada masyarakat dengan tingkat pendidikan tertentu. Penyalahgunaan narkotika dapat terjadi mulai dari orang yang tidak bersekolah hingga mereka yang memiliki pendidikan tinggi.

“Dari orang yang tidak bersekolah sampai orang yang pendidikan tinggi itu juga ada. Lalu orang yang mampu dan orang yang tidak mampu,” ujarnya.

Sri mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pencegahan tidak bisa hanya diarahkan kepada satu kelompok masyarakat. Edukasi dan pengawasan perlu dilakukan secara luas, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat di tingkat bawah.

Ia juga menyoroti dampak sosial yang dapat muncul ketika seseorang terjerat penyalahgunaan narkotika. Dalam kondisi tertentu, persoalan ekonomi dan kebutuhan untuk mendapatkan narkotika dapat berujung pada tindakan kriminal.

“Bahkan yang orang tidak mampu, tidak punya uang, akhirnya berbuat kejahatan itu juga masuk di situ,” katanya.

Karena itu, Sri menilai masyarakat perlu memiliki pemahaman yang cukup mengenai persoalan narkotika di lingkungan masing-masing. Upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan institusi yang secara khusus menangani narkotika.

Menurutnya, jaringan masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil perlu dilibatkan. Sosialisasi mengenai bahaya narkotika juga harus menjangkau masyarakat secara langsung agar persoalan yang muncul di lingkungan dapat diketahui lebih cepat.

“Ini sudah sangat mengganggu lini kehidupan di Kota Samarinda khususnya, bahkan di Indonesia,” tegasnya.

Sri berharap persoalan tersebut menjadi perhatian bersama, terutama dalam memperkuat langkah pencegahan. Menurutnya, semakin luas kelompok yang dapat terdampak, semakin luas pula pendekatan yang dibutuhkan.

“Semua itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di Samarinda,” tutupnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)

Related posts