Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Hampir 20 Hektare Lahan di Betapus Terbakar, DPRD Samarinda Soroti Penanganan Karhutla

Kompak.id, Samarinda – Kebakaran lahan di kawasan Belimau-Betapus, Kota Samarinda, menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah tersebut. Luasan lahan yang terbakar di kawasan itu diperkirakan mencapai hampir 20 hektare.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan kebakaran tersebut perlu menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang didominasi perkebunan dan persawahan.

“Kalau enggak salah kemarin itu kan yang di daerah Belimau, Betapus itu hampir 20 hektare. Kurang lebih segitu,” ujar Helmi, Kamis (17/9/2026)

Menurutnya, kawasan yang terbakar tersebut tidak seluruhnya dapat dikategorikan sebagai hutan. Di Samarinda, kata Helmi, sebagian besar lahan di luar kawasan tertentu lebih banyak berupa perkebunan dan persawahan.

“Sebenarnya bukan hutan itu. Itu Daerah perkebunan dan sawah,” katanya.

Helmi menjelaskan kondisi kawasan tersebut membuat penanganan kebakaran lahan tetap perlu diperhatikan, terutama saat kemarau. Api yang muncul di lahan terbuka berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.

Ia menilai penanganan kejadian kebakaran dengan skala besar perlu masuk dalam skala prioritas pemerintah, termasuk melalui dukungan anggaran tanggap darurat dalam perubahan APBD 2026.

“Kalau ada kejadian-kejadian kebakaran yang luar biasa, baik itu di daerah pemukiman maupun di daerah perkebunan, ini yang harus kita prioritaskan,” tegasnya.

Selain kebakaran di Betapus, Helmi menyebut kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah sekitar Samarinda. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara karena asap dari wilayah lain dapat terbawa menuju Kota Samarinda.

“Pagi tadi ada laporan di perbatasan antara Samarinda-Bontang terjadi kebakaran. Bahkan juga kemarin daerah Kutim, daerah Kukar yang terbakar, tapi asapnya ke Samarinda,” jelasnya.

Karena itu, Helmi meminta masyarakat turut berperan dalam mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau. Salah satunya dengan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan.

“Jangan membakar sampah sembarangan. Kalaupun terpaksa membakar sampah, ya harus dijaga dan cari ruang yang terbuka,” pungkasnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)

Related posts