Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

DPRD Samarinda Dorong Pasar Tak Sekadar Tempat Jual Beli 

Kompak.id, Samarinda – Pasar rakyat di Kota Samarinda dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh, tidak hanya sebagai tempat transaksi antara pedagang dan pembeli. Pasar juga dapat diarahkan menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus bagian dari daya tarik wisata kota.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan konsep pasar yang hanya berorientasi pada aktivitas jual beli perlu dikembangkan. Menurutnya, kondisi pasar yang nyaman dapat membuat masyarakat memiliki alasan lain untuk datang selain membeli kebutuhan sehari-hari.

“Pasar itu jangan hanya tempat orang datang untuk membeli dan menjual. Bisa juga menjadi tempat interaksi, hiburan, bahkan menjadi bagian dari wisata,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Menurut Viktor, konsep tersebut membutuhkan pembenahan dari berbagai sisi. Lingkungan pasar harus tertata, kebersihan dijaga, fasilitas diperhatikan, dan aktivitas di dalam kawasan pasar harus hidup.

Ia menilai pasar yang nyaman berpotensi mempertemukan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika kunjungan masyarakat meningkat, ruang tersebut juga dapat memberikan peluang lebih besar bagi pedagang dan pelaku UMKM untuk menawarkan produk mereka.

Gagasan tersebut, kata Viktor, juga berkaitan dengan bagaimana sebuah kota membangun pengalaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Pasar dapat memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan pusat perbelanjaan modern.

“Pasar rakyat itu harus dibuat nyaman. Jadi orang datang bukan hanya karena mau membeli sesuatu, tetapi karena ada suasana dan aktivitas yang menarik,” katanya.

Menurutnya, pengembangan pasar menjadi bagian dari destinasi wisata tidak berarti menghilangkan fungsi utamanya sebagai pusat perdagangan. Justru fungsi perdagangan tetap menjadi dasar, sementara unsur budaya, kuliner, kreativitas, dan interaksi masyarakat dapat dikembangkan di dalamnya.

Viktor mencontohkan pengalaman yang ia lihat ketika melakukan kunjungan ke Yogyakarta. Sejumlah pasar mampu menjadi bagian dari pengalaman wisata karena memiliki karakter dan aktivitas yang menjadi daya tarik tersendiri.

Bagi Samarinda, pendekatan serupa menurutnya dapat disesuaikan dengan karakter kota dan potensi lokal. Pasar rakyat dapat menjadi ruang yang mempertemukan aktivitas ekonomi dengan identitas masyarakat.

“Jadi pasar itu jangan hanya kita lihat sebagai tempat transaksi. Kita bisa kembangkan menjadi tempat yang nyaman, ada interaksi masyarakat dan bisa menjadi salah satu tujuan wisata,” tutupnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)

Related posts