Kompak.id, Samarinda — Penanganan kawasan bantaran sungai di Kota Samarinda dinilai membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota. Hal itu penting agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar aliran sungai dapat segera ditangani.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan masih terdapat sejumlah kawasan bantaran sungai yang memerlukan perhatian, termasuk pembangunan infrastruktur pengaman seperti penurapan.
Menurutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai kerap menyampaikan harapan agar ada langkah konkret untuk memperkuat perlindungan kawasan tepi sungai dari potensi kerusakan maupun dampak lingkungan lainnya.
“Persoalan bantaran sungai tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Ada kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai, ada juga peran pemerintah daerah yang harus berjalan bersama,” katanya, Jumat (12/6/2026).
Deni menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan sungai memiliki mekanisme dan kewenangan tersendiri sehingga membutuhkan koordinasi lintas lembaga agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif.
Karena itu, ia mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dengan instansi terkait di tingkat provinsi maupun pusat untuk mempercepat penanganan berbagai kebutuhan masyarakat di kawasan bantaran sungai.
“Yang terpenting adalah bagaimana aspirasi masyarakat ini tidak berhenti sebagai usulan. Harus ada sinergi yang kuat supaya kebutuhan di lapangan bisa ditindaklanjuti secara bertahap,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan infrastruktur pengaman sungai tidak hanya penting untuk menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.
Selain itu, penataan kawasan bantaran sungai juga dapat mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata dan berkelanjutan.
“Kita ingin penanganan kawasan sungai menjadi bagian dari pembangunan yang berkesinambungan. Dengan kerja sama yang baik antara semua pihak, saya optimistis berbagai kebutuhan masyarakat bisa lebih cepat direalisasikan,” pungkasnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
