Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERAU BERITA UTAMA

Kabut Asap Kembali Selimuti Berau, Warga Diimbau Batasi Aktivitas

Kompak.id, Berau – Kabut asap kembali menyelimuti Kabupaten Berau dalam dua hari terakhir. Asap terlihat semakin pekat dan mulai mengganggu jarak pandang masyarakat, terutama pada sore hingga menjelang malam.

Kondisi tersebut mulai terpantau sejak Minggu (4/10/2026) di wilayah selatan Berau. Sehari kemudian, sebaran asap meluas hingga menutupi sejumlah kawasan lainnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini menelusuri sumber asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, kabut asap diduga bukan berasal dari aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau, melainkan asap kiriman dari wilayah lain.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, hingga saat ini tidak terdapat penanganan karhutla di wilayah Berau. Namun, kabut asap kembali muncul dan semakin tebal.

“Dari komunikasi dengan OPD terkait, saat ini tidak ada penanganan karhutla di Berau. Karena itu, kami melihat kemungkinan asap yang masuk dari wilayah lain,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir turut menjadi perhatian pemerintah. Kabut asap cenderung kembali muncul pada sore hari, kemudian menyebar dan menurunkan jarak pandang.

Berdasarkan laporan pemantauan yang diterima Pemkab Berau, jarak pandang di sejumlah lokasi bahkan turun hingga sekitar 1.200 meter.

Sri mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah, terlebih kabut asap sebelumnya juga sempat menjadi persoalan serius di Berau.

Laporan Stasiun Meteorologi (Stamet) Kalimarau juga menunjukkan masih terdapat sejumlah titik panas di wilayah Kalimantan Timur. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pemerintah dalam memantau potensi pergerakan asap menuju Berau.

Pemkab Berau terus memantau perkembangan kualitas udara dan sebaran asap. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap mulai menebal.

“Kami tidak ingin penurunan jarak pandang yang terjadi kembali meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat,” tutupnya.(Mit/ADV)

Related posts