Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
KONI KALTIM

ALTI Kaltim Siapkan Kejurda, Tunda Tampil di Porprov Demi Perkuat Pembinaan

Kompak.id, Samarinda – Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kalimantan Timur memilih tidak mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Paser. Organisasi tersebut memutuskan fokus memperkuat pembinaan atlet melalui Kejuaraan Daerah (Kejurda) sebagai persiapan menuju Babak Kualifikasi (BK) PON 2027 dan PON NTB–NTT 2028.

Ketua ALTI Kaltim, Veronika mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kesiapan organisasi di tingkat kabupaten dan kota, termasuk Pengcab ALTI Paser sebagai tuan rumah Porprov yang baru terbentuk.

“Harusnya memang eksibisi, tapi teman-teman ALTI kabupaten dan kota kompak menyampaikan belum siap. Paser sendiri sebagai tuan rumah juga masih dalam tahap penyesuaian,” katanya, Sabtu (15/8/2026).

Meski absen di Porprov, ALTI tetap menyiapkan agenda kompetisi daerah sebagai jalur pembinaan atlet. Menurut Veronika, Kejurda akan menjadi wadah untuk memetakan kemampuan atlet sebelum memasuki tahapan kualifikasi PON.

“Kita ada Kejurda dan itu segera dijadwalkan. Pembinaan tetap berjalan meskipun tidak tampil di Porprov,” ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini ALTI telah memiliki kepengurusan di seluruh 10 kabupaten dan kota di Kaltim, dengan jumlah atlet yang terus bertambah di setiap daerah.

“Minimal setiap kabupaten dan kota punya lima atlet, tapi rata-rata jumlahnya sudah lebih dari itu,” tuturnya.

Veronika menegaskan target jangka panjang ALTI Kaltim tetap mengarah pada PON 2028. Ia berharap cabang lari trail mampu membuktikan diri sebagai salah satu penyumbang prestasi bagi Kaltim.

“Kalau bisa target kami juara umum. Kami ingin membuktikan bahwa olahraga ini bisa menjadi salah satu andalan Kaltim,” tegasnya.

Wakil Ketua KONI Kaltim (Tengah) dan Ketua ALTI Kaltim (Kiri)

Wakil Ketua KONI Kaltim Hendra Radinal Ary menyebut keputusan ALTI menunda tampil di Porprov tidak mengurangi pentingnya proses pembinaan menuju ajang nasional. Menurutnya, setelah resmi menjadi anggota KONI, organisasi tersebut perlu menyiapkan atlet secara matang untuk menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027.

“ALTI sekarang fokus ke pembinaan prestasi. Sebelum PON tentu ada babak kualifikasi, artinya atlet junior maupun senior harus dipersiapkan sejak sekarang,” kata Hendra.

Ia optimistis lari trail memiliki peluang berkembang menjadi cabang olahraga andalan Kaltim. Dengan pembinaan yang berjalan melalui Kejurda dan persiapan menuju BK PON, Hendra berharap atlet ALTI mampu bersaing saat PON NTB–NTT 2028 digelar.

“Mudah-mudahan nanti atlet Kalimantan Timur bisa siap dipresentasikan di PON dan mampu bersaing di setiap kelas yang dipertandingkan,” pungkasnya. (Ain)

Related posts