Kompak.id, Samarinda – Pengurus Provinsi (Pengprov) Hapkido Kalimantan Timur (Kaltim) belum memasang target perolehan medali pada ajang PON Bela Diri 2026 di Manado. Fokus utama organisasi saat ini adalah mengamankan tiket sebanyak mungkin melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido 2026 di Bandar Lampung.
Pj. Ketua Pengprov Hapkido Kaltim, Juli Prastomo, mengatakan Kejurnas menjadi pintu wajib bagi atlet yang ingin tampil di PON Bela Diri. Karena itu, seluruh persiapan diarahkan agar sebanyak mungkin atlet Kaltim mampu lolos melalui ajang nasional tersebut.
“PON Bela Diri di Manado mensyaratkan atlet yang tampil merupakan atlet yang meraih prestasi di Kejurnas. Karena itu, kami akan memaksimalkan Kejurnas untuk mendapatkan tiket sebanyak-banyaknya,” ujar Juli, Jumat (31/7/2026).
Sebelum tampil di Kejurnas, Hapkido Kaltim lebih dulu menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) sebagai ajang seleksi atlet. Kejurprov yang berlangsung pada 31 Juli hingga 1 Agustus itu menjadi tahapan penting untuk menentukan atlet terbaik yang akan mewakili Kaltim di Bandar Lampung.
“Kejurprov sedang kita gelar hari ini hingga 1 Agustus. Tadi pagi sudah dibuka dan dihadiri KONI Kaltim serta Dispora. Tahap ini sangat penting untuk menentukan atlet yang akan turun di Kejurnas,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai target medali di PON Bela Diri, Juli menegaskan pihaknya belum ingin berbicara terlalu jauh. Menurutnya, prioritas saat ini adalah memastikan sebanyak mungkin atlet Kaltim berhasil mengamankan tiket melalui Kejurnas.
“Kalau ditanya berapa targetnya, saya sampaikan dulu target saya bukan medali. Target saya adalah menghasilkan tiket sebanyak-banyaknya untuk PON Bela Diri,” tegasnya.
Juli menjelaskan hanya atlet yang mampu finis di peringkat satu hingga tiga pada Kejurnas yang berhak memperoleh tiket menuju PON Bela Diri. Karena itu, kualitas seleksi melalui Kejurprov menjadi faktor yang sangat menentukan.
Ia juga berharap dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan KONI Kaltim agar atlet dapat diberangkatkan ke Kejurnas. Menurutnya, tanpa mengikuti Kejurnas, peluang Hapkido Kaltim tampil di PON Bela Diri otomatis tertutup.
“Saya mustahil berangkat ke Kejurnas di Lampung tanpa pembiayaan dari negara. Karena syarat menuju PON Bela Diri harus melalui Kejurnas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Kalimantan Timur, Hendra Radinal Ary, menegaskan Hapkido merupakan salah satu cabang olahraga yang terus mendapat perhatian dalam pembinaan prestasi. Menurutnya, rangkaian Kejurprov, Kejurnas hingga PON Bela Diri menjadi proses penting dalam meningkatkan kualitas atlet.
“Di bulan September ada Kejuaraan Nasional di Bandar Lampung. Hasil Kejurnas ini menjadi seleksi menuju PON Bela Diri di Manado. Mudah-mudahan mereka bisa mempersiapkan atlet-atletnya untuk event yang lebih tinggi lagi,” kata Hendra.
Ia menambahkan, Hapkido telah menunjukkan perkembangan positif sejak resmi dipertandingkan pada PON. Prestasi yang telah diraih atlet Kaltim menjadi modal untuk terus bersaing di tingkat nasional, bahkan membuka peluang menembus level internasional.
“Saya yakin dan percaya olahraga ini ke depannya akan memberikan prestasi yang luar biasa di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Hendra. (Ain)
