Kompak.id, Samarinda – Penguatan karakter dan kesadaran diri menjadi perhatian Bidang Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui pelatihan Bekerja dengan Hati, para pegawai didorong membangun sikap kerja positif, memperkuat komunikasi, serta meningkatkan kekompakan tim sebagai bekal mendukung kinerja organisasi.
Kegiatan berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Kamis (29/10/2026), mulai pukul 08.00 hingga 14.00 Wita. Pelatihan dibuka Kepala Bidang Bina Konstruksi, Sidiq Prananto Sulistyo, S.T., M.Ling., dan diikuti 25 peserta yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Pelatihan diketuai Ir. Marini, S.T., M.M., selaku Kepala Seksi Pemberdayaan dan Informasi Jasa Konstruksi. Adapun narasumber tunggal yang dihadirkan yakni Endro S. Efendi, M.Sos., trainer pengembangan diri dari Semesta Academy sekaligus dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.
Dalam penyampaian materi, Endro menekankan, peningkatan kualitas SDM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Karakter, kesadaran diri, komunikasi, serta komitmen dalam menjalankan tanggung jawab juga menjadi aspek penting dalam membangun kinerja yang optimal.
“Bekerja dengan hati berarti memahami bahwa setiap pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab, tetapi juga bagaimana kita menjalankannya dengan kesadaran, ketulusan, dan komitmen,” sebutnya dalam materi.
Menurutnya, kemampuan mengenali diri sendiri menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kualitas pribadi dan profesional. “Ketika seseorang mampu mengenali dirinya, ia akan lebih mudah memahami apa yang menjadi kekuatan dan hambatannya dalam bekerja,” turut Endro sampaikan dalam sesi pengembangan diri tersebut.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui sejumlah permainan bermakna yang mendorong peserta memahami pentingnya kekompakan dan kerja sama dalam tim. Pendekatan ini juga membantu peserta mengenali hambatan pribadi yang berpotensi memengaruhi sikap, hubungan kerja, hingga produktivitas.
Melalui aktivitas tersebut, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesediaan untuk saling mendukung. “Kerja sama yang baik membutuhkan komunikasi, kepercayaan, dan kemauan untuk memahami satu sama lain,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Seluruh peserta terlibat aktif dalam setiap permainan dan memberikan respons terhadap tantangan yang diberikan. Keterlibatan tersebut mencerminkan semangat serta keterbukaan peserta dalam mengikuti proses pembelajaran dan mengembangkan potensi diri.
Pada akhir kegiatan, Endro mengajak peserta mengenali sekaligus melepaskan hambatan pribadi yang dapat menghalangi pengembangan diri. Mereka juga menyampaikan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta menerapkan sikap kerja yang selaras dengan harapan organisasi.
“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Dengan memperbaiki sikap dan cara bekerja, setiap pegawai diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi,” tuturnya sebagai refleksi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Bidang Bina Konstruksi dalam meningkatkan kapasitas SDM sekaligus menganalisis kebutuhan pengembangan kompetensi untuk 2027. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program pelatihan yang lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan organisasi dan tuntutan pekerjaan di bidang konstruksi.
Penguatan kapasitas SDM tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kalimantan Timur 2025–2029, yakni “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”. SDM yang kompeten, berkarakter, dan mampu bekerja sama diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur serta peningkatan daya saing daerah. (Ain)
