Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA UMUM

Kajian Fikih Wanita Kaltim Tekankan Syukur dan Kesabaran dalam Menghadapi Ujian Kehidupan

Kompak.id, Samarinda – Menjaga rasa syukur dan ketenangan hati di tengah berbagai ujian kehidupan menjadi pesan utama dalam Kajian Fikih Wanita Provinsi Kalimantan Timur. Melalui kajian bertema “Mensyukuri Takdir: Menemukan Kedamaian dalam Setiap Ketetapan Allah”, para muslimah diajak memahami bahwa setiap ketetapan Allah SWT perlu disikapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan akan pertolongan-Nya.

Pesan tersebut disampaikan Ustazah Hayati Fashiha, Lc., MA, dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Mukminin, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Jumat (30/10/2026).

Mengangkat tema “Istri Salehah yang Tetap Berharap Surga, Meski di Tengah Ujian”, kajian ini mengajak peserta memperkuat rasa syukur atas nikmat iman dan Islam, sekaligus menjaga harapan kepada Allah SWT ketika menghadapi persoalan rumah tangga maupun berbagai kesulitan hidup.

Dalam penyampaiannya, Hayati menggambarkan tiga tipe manusia dalam menyikapi takdir, yakni manusia kulkas, manusia kalkulator, dan manusia kipas angin. Ketiganya menjadi ilustrasi untuk membantu peserta mengenali sikap yang kerap muncul ketika menghadapi berbagai keadaan dalam kehidupan.

“Manusia kulkas diibaratkan sebagai pribadi yang cenderung mengeluh dan menyimpan kekecewaan terhadap keadaan. Ketika menghadapi ujian, ia lebih banyak berfokus pada kesulitan yang dialami daripada melihat nikmat yang masih dimiliki,” ujarnya.

Sementara manusia kalkulator menggambarkan seseorang yang selalu memperhitungkan segala sesuatu yang diterima maupun diberikan, sehingga mudah terjebak dalam sikap membandingkan.

“Jangan sampai kita terlalu sibuk menghitung apa yang belum kita dapatkan, sampai lupa mensyukuri apa yang sudah Allah berikan. Sikap seperti itu bisa membuat hati terus merasa kurang,” pesan Hayati kepada peserta.

Adapun manusia kipas angin menjadi gambaran pribadi yang berusaha tetap tenang dalam berbagai situasi, baik ketika memperoleh kebahagiaan maupun saat menghadapi kesulitan.

“Manusia kipas angin berusaha tetap tenang dalam berbagai keadaan. Saat mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur. Ketika menghadapi kesulitan, ia tetap bersabar dan meyakini bahwa setiap ketetapan Allah memiliki hikmah,” disampaikan Hayati dalam menjelaskan ilustrasi tersebut.

Kajian juga menekankan tiga kebiasaan yang dapat diterapkan muslimah dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, membiasakan mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal” atau segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan, sebagai bentuk pengakuan atas kebesaran dan ketetapan-Nya.

“Biasakan mengucapkan Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Dalam keadaan lapang maupun sempit, kita tetap belajar melihat nikmat Allah dan menjaga hati agar tidak dikuasai keluhan,” menjadi salah satu pesan yang Hayati tekankan dalam kajian.

Kedua, menjadikan doa dan ibadah sebagai tempat mencurahkan persoalan serta memohon pertolongan Allah SWT. Ketiga, membiasakan diri mensyukuri nafkah yang diterima, meskipun jumlahnya terbatas, dengan tetap menghargai usaha dan tanggung jawab dalam keluarga.

“Ketika menghadapi persoalan rumah tangga, jangan jauh dari Allah. Jadikan doa dan ibadah sebagai tempat kita mengadu, memohon kekuatan, serta meminta petunjuk untuk menemukan jalan keluar,” lanjutnya.

Melalui kajian itu, para muslimah diharapkan mampu menghadapi ujian kehidupan secara lebih bijaksana tanpa kehilangan rasa syukur dan semangat untuk memperbaiki keadaan. Rasa syukur juga menjadi pengingat agar seseorang tidak hanya terpaku pada kekurangan, tetapi turut menyadari dan menghargai berbagai nikmat yang telah dimiliki.

Kajian yang terbuka bagi seluruh muslimah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keagamaan serta mendorong penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. (Ain)

 

Related posts