Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
KONI KALTIM

Prestasi Atlet Wadokai Terus Bersinar, Bidik Sumbang Emas untuk FORKI di PON

Kompak.id, Samarinda – Pengurus Provinsi (Pengprov) Wadokai Kalimantan Timur terus memperkuat pembinaan atlet sebagai upaya melahirkan karateka berprestasi hingga level internasional. Sejumlah atlet binaannya mulai menunjukkan hasil membanggakan, sekaligus menjadi modal untuk mendukung target medali emas FORKI Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Ketua Pengprov Wadokai Kaltim, Rona Fortuna H. Siregar, mengatakan salah satu atlet binaannya, Salsa, berhasil meraih juara pertama pada kejuaraan internasional di Yogyakarta dan mendapat undangan mengikuti kejuaraan internasional di India pada tahun depan.

“Kebetulan atlet kita, Salsa, juara satu di kejuaraan internasional di Jogja dan mendapat undangan untuk mengikuti kejuaraan internasional di India tahun depan,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Selain Salsa, Rona menyebut atlet pra pemula bernama Hamid juga sukses meraih juara pertama pada ajang yang sama. Namun, karena usianya masih sangat muda, kesempatan tampil di India diberikan kepada Salsa.

Menurut Rona, capaian tersebut menjadi bukti pembinaan atlet usia dini yang dilakukan Wadokai mulai menunjukkan hasil positif. Ia berharap semakin banyak atlet binaan yang mampu menembus level nasional hingga internasional.

“Alhamdulillah kami terus ikut membantu pembinaan dan peningkatan prestasi FORKI. Wadokai selalu berupaya mendukung seluruh kegiatan dan pembinaan atlet karate di Kalimantan Timur,” katanya.

Ia menjelaskan, meski atlet berasal dari berbagai perguruan, ketika memasuki ajang resmi seperti Porprov, Pra-PON maupun PON, seluruh karateka akan bertanding membawa nama FORKI, bukan lagi nama perguruan masing-masing.

Rona mengakui pada PON sebelumnya kontribusi atlet Wadokai yang memperkuat FORKI masih terbatas dan hasil yang diraih kontingen karate Kalimantan Timur baru menghasilkan dua medali perunggu. Karena itu, pihaknya kini memasang target lebih tinggi.

“Target kita tentu emas pada PON nanti. Mudah-mudahan melalui seleksi daerah ini lahir atlet-atlet terbaik yang bisa memperkuat FORKI dan memberikan hasil lebih baik,” tegasnya.

Ke depan, Wadokai berencana mengembangkan skala kejuaraan dengan menghadirkan kategori open dan veteran pada penyelenggaraan Satria Wadokai Cup berikutnya. Menurut Rona, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas ruang kompetisi sekaligus menjaga semangat para karateka dari berbagai kelompok usia untuk terus berprestasi.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Kaltim, Hendra Radinal Ary, menilai pembinaan yang dilakukan Wadokai layak diapresiasi. Menurutnya, tingginya antusiasme atlet usia dini menjadi modal penting bagi Kalimantan Timur untuk menjaga regenerasi karateka berprestasi.

“Kami sebagai KONI Kaltim sangat mengapresiasi apa yang dilakukan FORKI dan Wadokai. Mereka mampu menampilkan atlet-atlet mulai usia dini hingga junior yang nantinya menjadi generasi penerus atlet senior. Ini fondasi pembinaan yang sangat baik,” ujarnya.

Hendra juga menyambut rencana Wadokai menggelar kategori veteran pada penyelenggaraan Satria Wadokai Cup berikutnya. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa olahraga karate dapat menjadi ruang kompetisi bagi seluruh kelompok usia.

“Ini luar biasa. Jarang ada cabang olahraga yang membuka kelas veteran. Artinya karate bukan hanya diminati anak-anak dan atlet muda, tetapi juga para senior yang masih ingin menunjukkan kemampuan mereka. Kegiatan seperti ini patut dicontoh karena mampu menggerakkan pembinaan secara menyeluruh,” tutupnya. (Ain)

Related posts