Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

DPRD Samarinda Soroti Armada Sampah Uzur, Minta DLH Benahi Sistem Pengangkutan

Kompak.id, Samarinda — Kondisi armada pengangkut sampah di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD. Banyaknya kendaraan operasional yang dinilai sudah tua dan tidak layak pakai disebut menjadi salah satu penyebab persoalan kebersihan kota belum tertangani maksimal.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menyoroti masih maraknya sampah yang tercecer di sejumlah ruas jalan, terutama pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat mulai padat.

Menurutnya, persoalan itu tidak bisa dianggap sepele karena menunjukkan lemahnya sistem pengangkutan sampah yang saat ini berjalan. Ia bahkan menilai sebagian armada operasional sudah mengalami penurunan fungsi.

Salah satu indikator yang kerap ditemukan di lapangan, kata dia, ialah munculnya cairan lindi yang menetes di jalan saat truk pengangkut melintas. Kondisi tersebut diduga berasal dari kendaraan yang bocor atau tidak lagi memenuhi standar operasional.

“Kalau sudah ada cairan lindi berjatuhan di jalan, berarti ada masalah pada armadanya. Itu menandakan kendaraan sudah tidak optimal,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Aan, sapaan akrabnya, menilai persoalan tersebut bukan hanya berdampak terhadap estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Karena itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengangkutan sampah, termasuk mengecek kondisi teknis seluruh armada yang masih beroperasi.

Menurutnya, langkah pembenahan tidak cukup dilakukan secara sementara ataupun sebatas perbaikan kecil. Pemerintah diminta menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap waktu.

“Kalau hanya ditangani setengah-setengah, masalah ini akan terus muncul dan masyarakat yang akhirnya dirugikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, sistem pengelolaan sampah yang baik harus ditopang oleh sarana operasional yang memadai, termasuk armada pengangkut yang aman, tertutup, dan sesuai standar pelayanan kebersihan kota.

Related posts