Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
KONI KALTIM

Cricket Kaltim Matangkan Porprov dan Kejurnas melalui Rakerprov

Kompak.id, Samarinda – Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kalimantan Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi sejumlah agenda besar olahraga. Hal itu dibahas dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PCI Kaltim yang digelar di ruang rapat KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Sabtu (3/10) malam.

Rakerprov tersebut diikuti pengurus PCI dari sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim. Selain membahas persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser, forum itu juga mematangkan persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senior yang akan berlangsung di Bali pada 21–30 Oktober 2026.

Ketua Pengprov PCI Kaltim Ismail mengatakan, Rakerprov menjadi momentum bagi pengurus untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah pembinaan ke depan. Menurutnya, seluruh pengurus dari delapan kabupaten dan kota yang telah memiliki kepengurusan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah semua hadir. Harapan kami, pelaksanaan Porprov 2026 menghasilkan keputusan-keputusan terbaik untuk prestasi yang lebih baik lagi,” kata Ismail.

Saat ini, kata dia, masih terdapat dua daerah yang belum memiliki kepengurusan PCI, yakni Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian dari pekerjaan organisasi dalam memperluas pembinaan cricket di Kaltim.

Ismail juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Kaltim yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan Rakerprov. Dukungan tersebut dinilai membantu PCI Kaltim menjalankan agenda organisasi sekaligus menyusun program pembinaan secara lebih terarah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KONI Kaltim yang telah memfasilitasi tempat kepada pengurus PCI Kaltim hingga akhirnya bisa melaksanakan Raker di ruang pertemuan kantor KONI Kaltim,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim Dandri Dauri yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya pembinaan yang terukur dalam membangun prestasi olahraga. Menurutnya, capaian sebuah cabang olahraga tidak hanya dilihat dari hasil pertandingan, tetapi juga dari keberhasilan membina atlet daerah.

Ia turut mengingatkan pentingnya aspek perlindungan bagi atlet yang mengikuti kompetisi, termasuk melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut dinilai perlu menjadi bagian dari sistem pembinaan yang berjalan di setiap cabang olahraga.

“Ini bisa dikoordinasikan dan dititipkan dalam pembiayaan tahunan cabor,” katanya.

Dandri menyebut iuran perlindungan tersebut berada di kisaran Rp8.000 per atlet setiap bulan. Ia berharap skema perlindungan atlet dapat terus diperhatikan seiring meningkatnya aktivitas dan kompetisi olahraga di Kaltim.

Selain itu, Dandri mengapresiasi perkembangan cricket Kaltim di bawah kepengurusan Ismail. Ia menyebut pembinaan yang dilakukan telah memberikan hasil pada ajang PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dengan raihan satu medali emas, dua perak, dan dua perunggu.

“Semoga di PON yang akan datang wajib emas semua. Insya Allah cricket berjaya, cricket membanggakan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Rasman Rading mengingatkan agar keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan terhentinya pembinaan atlet. Ia mendorong setiap cabang olahraga tetap menjalankan kompetisi sebagai bagian dari proses pencarian dan pembentukan atlet potensial.

“Jangan karena anggaran tak cukup, pembinaan macet. Gelar kejuaraan untuk mencari atlet baru, lalu bina fisik dan psikologisnya agar bisa bicara di tingkat nasional dan internasional,” kata Rasman.

Rasman juga menekankan agar Porprov tidak hanya dipandang sebagai ajang perebutan medali. Menurutnya, kompetisi tingkat provinsi seharusnya dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen untuk menyeleksi atlet yang memiliki potensi melanjutkan prestasi ke jenjang lebih tinggi.

“Jadikan Porprov sebagai ajang seleksi, bukan ajang bagi-bagi medali. Itu meruntuhkan sportivitas,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong setiap cabang olahraga lebih selektif dalam menentukan nomor pertandingan yang diikuti. Prioritas sebaiknya diberikan kepada nomor yang memiliki peluang prestasi berdasarkan ukuran objektif, termasuk catatan waktu bagi cabang olahraga yang menggunakan indikator tersebut.

“Kalau prestasinya lebih rendah, ngapain dipaksakan. Fokuslah pada nomor yang punya potensi,” kata Rasman.

Bagi PCI Kaltim, Rakerprov menjadi bagian dari konsolidasi pembinaan menjelang dua agenda penting. Porprov VIII di Paser diharapkan tidak hanya menjadi arena persaingan antardaerah, tetapi juga menjadi tolok ukur kesiapan atlet sebelum menghadapi kompetisi pada level nasional.(Ain)

Related posts