Kompak.id, Samarinda – Usulan masyarakat agar Bendungan Benanga dikeruk saat kondisi kemarau dan debit air menyusut mendapat perhatian Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. Namun, pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Helmi mengatakan kondisi Bendungan Benanga yang sedang kering memang dapat menjadi momentum untuk melakukan pengerukan. Namun, kegiatan tersebut membutuhkan dukungan anggaran, sementara pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi.
“Ya, kembali lagi menyangkut anggaran, karena kita masih efisiensi,” ujar Helmi, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat sejumlah program yang sebelumnya telah direncanakan harus kembali disesuaikan. Bahkan, terdapat kegiatan yang harus dipres atau ditunda karena pemerintah perlu menyesuaikan belanja dengan kemampuan keuangan daerah.
“Anggaran yang sudah direncanakan juga ada yang kita pres-pres, bahkan ditunda,” katanya.
Karena itu, Helmi menyebut usulan pengerukan Bendungan Benanga tetap dapat didorong apabila tersedia ruang anggaran. Namun, kebutuhan tersebut harus dibandingkan dengan berbagai program lain yang juga membutuhkan pembiayaan.
“Kalau memang ketersediaan dana, saya kira kita juga akan dorong nanti karena ini menyangkut memang anggaran. Dananya terbatas,” jelasnya.
Helmi menegaskan prinsip penganggaran dalam perubahan APBD 2026 tetap diarahkan pada kebutuhan yang dianggap paling mendesak dan memiliki kepentingan langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi kemarau juga membuat pemerintah perlu memperhatikan berbagai kebutuhan yang muncul di tengah masyarakat. Namun, keterbatasan anggaran mengharuskan pemerintah menentukan program berdasarkan skala prioritas.
“Jadi tentu kalau memang ketersediaan dana, saya kira ya kita juga akan dorong nanti. Karena ini menyangkut memang anggaran, dananya terbatas, mungkin memprioritaskan yang skala prioritas,” pungkasnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
