Kompak.id, Samarinda – Kehadiran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Samarinda memunculkan perhatian terhadap keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kekhawatiran mengenai potensi koperasi mengambil ruang usaha yang selama ini dijalankan UMKM dinilai perlu dijawab melalui pembagian peran yang jelas.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan keberadaan Koperasi Merah Putih tidak semestinya dipandang sebagai ancaman bagi pelaku UMKM. Menurutnya, koperasi dapat berjalan berdampingan dengan usaha masyarakat apabila sektor yang digarap dan pola kerjanya diatur dengan baik.
“Kalau Koperasi Merah Putih ini mengambil alih UMKM, tentu tidak. UMKM tetap bisa berjalan, kemudian bisa bersinergi dengan koperasi,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Viktor menjelaskan, Koperasi Merah Putih memiliki sektor-sektor yang menjadi prioritas untuk dikembangkan. Karena itu, keberadaannya menurut dia tidak otomatis menghapus atau mengambil alih hak usaha masyarakat yang sudah lebih dulu menjalankan aktivitas ekonomi.
Ia menilai hubungan antara koperasi dan UMKM justru dapat diarahkan pada pola kemitraan. Pelaku UMKM tetap menjalankan usahanya, sementara koperasi dapat menjadi salah satu wadah untuk memperkuat akses terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Viktor melihat terdapat peluang Koperasi Merah Putih mengambil peran dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Dengan pengelolaan yang diawasi pemerintah, ia menyebut koperasi idealnya dapat menawarkan harga yang kompetitif.
“Harapannya Koperasi Merah Putih itu bisa memberikan kebutuhan pokok yang lebih murah daripada pasar-pasar modern,” katanya.
Namun, menurut Viktor, gagasan tersebut tetap membutuhkan pengawasan dalam pelaksanaannya. Keberadaan koperasi tidak cukup hanya dibentuk secara administratif, tetapi harus dilihat bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat dan bagaimana hubungannya dengan pelaku usaha yang telah berjalan.
Dalam konteks UMKM, ia menilai pemerintah tetap perlu memastikan ruang usaha masyarakat tidak hilang. Pengembangan koperasi dan pemberdayaan UMKM harus ditempatkan dalam kebijakan ekonomi yang dapat berjalan beriringan.
Karena itu, Viktor menekankan pentingnya sinergi antara koperasi dengan pelaku UMKM, bukan persaingan yang membuat salah satu pihak kehilangan ruang usaha.
“UMKM tetap bisa berjalan dan tetap punya ruang. Koperasi Merah Putih ini seharusnya bisa bersinergi, bukan mengambil alih usaha masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
