Kompak.id, Samarinda — DPRD Kota Samarinda menyoroti pola penanganan sampah yang dinilai masih berjalan tanpa arah jangka panjang. Kebijakan yang diterapkan pemerintah disebut lebih banyak bersifat respons sesaat dibanding membangun sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menilai persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya melalui langkah-langkah teknis sementara.
Menurutnya, pendekatan yang selama ini dilakukan masih berkutat pada penanganan dampak di lapangan tanpa dibarengi konsep besar yang mampu menyelesaikan akar masalah.
“Selama ini yang terlihat lebih banyak penyelesaian jangka pendek. Begitu ada masalah, baru dicari solusi sementara,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia mencontohkan kondisi armada pengangkut sampah yang rusak lalu hanya diganti tanpa evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan yang ada. Menurutnya, pola seperti itu hanya menyelesaikan persoalan sesaat dan berpotensi memunculkan masalah serupa di kemudian hari.
Aan, sapaan akrabnya, menegaskan pengelolaan sampah seharusnya memiliki konsep yang jelas dan terintegrasi, mulai dari proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir.
Ia menilai persoalan sampah memiliki karakter yang hampir sama dengan penanganan banjir, yakni membutuhkan perencanaan jangka panjang serta keterlibatan berbagai sektor secara bersamaan.
“Masalah seperti ini tidak bisa diselesaikan secara parsial karena semuanya saling berkaitan,” tegasnya.
Menurut Aan, tanpa arah kebijakan yang matang dan konsisten, penanganan sampah hanya akan berjalan di tempat dan terus berulang setiap tahun.
Karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mulai menyusun sistem pengelolaan sampah yang lebih komprehensif, terukur, dan berkelanjutan agar persoalan lingkungan di kota dapat ditangani secara lebih efektif.
“Yang paling penting adalah konsistensi menjalankan konsepnya. Kalau tidak, persoalan ini akan terus berulang,” pungkasnya. (Ain)
