Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA PENDIDIKAN

Zulfatun Mahmudah, Dosen UINSI Ini Sabet Prestasi Internasional di Bali

Zulfatun Mahmudah (kanan) saat menyabet prestasi internasional di Bali.

SAMARINDA – Nama Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyedot perhatian di kancah ilmiah internasional. Hal ini dilatari keberhasilan Zulfatun Mahmudah, SPd, M.I.Kom, CSRS, dosen luar biasa UINSI Samarinda di ajang International Conference on Sustainability.

Zulfa, sapaan akrabnya, membuat paper ilmiah berjudul Stakeholder Engagement; Capital to Gain Social License to Operate in Mining Industry (Keterlibatan Pemangku Kepentingan; Modal untuk Mendapat Izin Sosial Beroperasi di Industri Pertambangan). Paper ilmiah itu meraih the best kedua di event yang berlangsung di Denpasar, Bali, Kamis (27/10/2022).

Kehadiran dosen yang juga dikenal sebagai praktisi public relations pada ajang tersebut atas undangan panitia pelaksana. Karya tulisnya harus bersaing dengan 65 paper ilmiah lainnya. Jumlah peserta berjumlah kurang lebih 100 orang, sebab banyak paper dikerjakan berkelompok dua hingga 5 orang. Hanya sedikit ditulis perorangan, termasuk paper ilmiah dosen UINSI Samarinda ini.

“Terasa sekali semangat kompetisi yang terbangun ketika itu. Papernya bagus-bagus, karena yang ikut dalam lomba ini, sudah malang melintang dalam pembuatan karya ilmiah. Bahkan ada yang doktor hingga guru besar,” ujarnya, seraya menambahkan, justru di situlah tantangan baginya dalam memaparkan karya tulis ilmiahnya.

Doa, tekad, keyakinan ditambah jam terbang mumpuni, mampu mengantarkan karyawan PT Kaltim Prima Coal (KPC) ini menjadi terbaik kedua. Keberhasilannya itu pun turut mendongkrak nama UINSI Samarinda. Ini membuktikan, karya tulis yang diolah dosen UINSI Samarinda mampu bersaing dengan karya tulis ilmiah dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Prestasi gemilang bukan kali ini saja ditorehkan perempuan yang dikenal aktif dalam penelitian dan penulisan berkaitan dengan gender, komunikasi dan masalah media ini. Sebelumnya, dia telah banyak menerima penghargaan atas prestasinya.  Antara lain, Best Paper Presenter, meraih juara 1 di International Conference on Gender, Culture and Society pada 2021.

BACA JUGA :  Miris, Dokter Spesialis Meninggal di Toilet Rumah Sakit

Kemudian best essay writer on online learning program at Universitas Gadjah Mada 2021, Best Paper Presenter di International Graduate Students and Scholars’ Conference in Indonesia 2021, Best Paper Presenter, di International Conference on Communication and Business 2021, serta masih banyak prestasi lainnya.

Ditanya soal motivasinya, kenapa masih mau mengajar, ibu tiga anak ini menjelaskan, dirinya memang telah bertekad, melalui pengalamannya, ingin berbagi pengetahuan dengan masyarakat di Kaltim. “Saya punya harapan, UINSI Samarinda terus berkembang menjadi perguruan tinggi berkualitas. Sehingga melahirkan lulusan berkualitas yang mampu menyongsong Kaltim sebagai Ibu Kota Negara yang baru,” ujarnya.

Menurutnya, sumber daya di Kaltim sangat luar biasa, tak hanya sumber daya alamnya, tapi juga sumber daya manusia.  Namun perlu campur tangan pemerintah di berbagai aspek, hingga potensi tersebut bisa dibangkitkan.

Dia juga mendorong mahasiswa UINSI Samarinda yang diajarnya, agar bisa mengaplikasikan ilmunya.

Atas alasan itu pula, belum lama ini, bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Zulfa juga memberikan pelatihan bagaimana menulis karya ilmiah yang baik, di salah satu hotel di Samarinda.

“Kita harus dapat membuktikan, komunikasi berperan penting dalam keberhasilan suatu daerah. Sehingga mahasiswa UINSI dapat ikut serta dalam mengakomodasi kemajuan daerah,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Related posts