Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
DPRD KALTIM

Upaya Bangun Ketahanan Keluarga, Reza Fachlevi Sosialisasi ke Desa Perjiwa

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi saat sosialisasi Perda Ketahanan Keluarga di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Sabtu (11/5/2024).

Tenggarong, Kompak.id – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi menggelar penyebarluasan (sosialisasi) Peraturan Daerah (Perda) Kaltim Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Sabtu (11/5/2024). Pembangunan ketahanan keluarga ini terus dikampanyekan kepada masyarakat di Kaltim untuk meningkatkan ketahanan nasional, salah satunya dengan menciptakan ketahanan keluarga sebagai kelompok terkecil dari negara.

“Ini merupakan perda inisiatif DPRD Kaltim, jadi sudah menjadi kewajiban anggota DPRD Kaltim untuk menyebarluaskan Perda Ketahanan Keluarga ini,” ungkap pria yang akrab disapa Reza itu membuka sosialisasi yang dihadiri seratusan warga.

Akhmed Reza Fachlevi menegaskan, tanpa ketahanan dan kesejahteraan keluarga, Indonesia Emas tidak akan terwujud sebagaimana target nasional.

“Dalam Perda ini pemerintah provinsi kaltim membuat perencanaan jangka panjang dan menengah dalam pembangunan ketahanan keluarga. Bertujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas yakni dengan landasan legalitas dan keutuhan keluarga, ketahanan fisik keluarga, ketahanan ekonomi keluarga, ketahanan sosial psikologi keluarga, dan ketahanan sosial budaya keluarga,” katanya memaparkan.

Sebagai bentuk petingnya ketahanan keluarga, dalam giat ini, Reza Fachlevi menghdirkan Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim, Tri Wahyuni. Dalam penjelasannyam, perempuan yang akrab disapa Yuni tersebut mengatakan, dalam membangun keluarga, patut menjadi perhatian yakni mengenai legalitas sebuah perkawinan.

“Banyak masyarakat meremehkan surat nikah. Siapa yang dirugikan ini nanti? Anak dan istri. Bagaimana mereka akan mengurus warisan dan akta kelahiran? Alhamdulillah, pemerintah sekarang memberikan akta kelahiran secara gratis kepada ibu yang melahirkan,” ujarnya.

Yuni lebih lanjut mengatakan, keutuhan anggota keluarga sangat mempengaruhi ketahanan keluarga. Misalnya, kata dia, seorang istri yang terpaksan meninggalkan keluarganya karena menjadi TKW atau bekerja di luar negeri.

BACA JUGA :  Penyebarluasan Perda Ketahanan Keluarga, Ketua Komisi IV: Ditentukan Oleh Tiga Faktor

“Dalam ketahanan keluarga ada aspek ketahanan ekonomi, apakah dalam keluarga, apakah suami dan istri punya pendapatan. Misalnya istrinya jadi tenaga kerja asing kemudian suaminya kawin lagi,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan, tingkat kekerasan dalam rumah tangga di Kalimantan Timur masih terus meningkat. Di antaranya karena dipicu pertengkaran dan faktor ekonomi.

“Angka kekerasan kepada ibu dan anak terus meroket, kita tidak bisa diam saja,” tegasnya.

Kemudian mengenai ketahanan fisik keluarga. Terkait ini, bagaimana sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan dan minum serta pemeuhan gizi keluaraganya.

“Ketahanan psikologi. Ini terkait dengan keterbukaan antara suami dan istri. Misalnya saat bapak menerima gaji apa langsung diberikan kepada istri?” ujarnya.

Giat sosialisasi yang berlangsung sekira satu jam ini dilanjutkan dengan tanya jawab antara narasumber dengan peserta.

Selain Yuni, narasumber lain yakni Endro S Efendi. Sebagai seorang hipnoterapis, ia mengatakan, ketahanan keluarga sangat dipengaruhi oleh ketahanan-ketahanan lainnya. Ketahanan fisik keluarga akan mempengaruhi ketahanan psikologi, ekonomi dan sosial keluarga.

“Kemarin di Samarinda ada anak disiksa sama orang tuanya, di daerah lain ada yang membunuh anaknya, ada yang membunuh mertuanya. Jadi saat ini sedang dalam kondisi darurat mental,” ungkap Endro.

Endro yang sudah membantu penyembuhan ratusan kliennya itu mengaku menemukan sejumlah penyebab ketidakharmonisan atau persoalan dalam sebuah keluarga, baik antara suami-istri juga anggota keluarga lainnya.

“Biasanya ini banyak hal yang dipendam oleh pasangan. Seperti istri yang terkena kanker payudara itu biasaya karena memendam masalah. Anak laki-laki yang suka sesama jenis itu biasanya karena bapaknya tidak hadir, dan hal-hal yang terjadi di masa kecil akan menjadi masalah di masa depan,” tutur Endro. (*)

Related posts