Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
SEPUTAR KALTIM UMUM

Arief Rosyid Ajak Generasi Muda Kaltim Ambil Peran Strategis dalam Politik dan Ekonomi

Kompak.id, Samarinda — Ketua Umum PB HMI periode 2013–2015, Arief Rosyid Hasan, mengajak generasi muda Kalimantan Timur untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah dan nasional. Menurutnya, posisi strategis Kalimantan Timur sebagai penyangga energi nasional sekaligus lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum bagi anak muda untuk tampil sebagai pelaku utama perubahan.

Hal tersebut disampaikan Arief saat menghadiri kegiatan silaturahmi di Samarinda. Ia menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki posisi yang sangat penting dalam perekonomian nasional karena menjadi salah satu daerah penghasil energi dan sumber daya mineral terbesar di Indonesia.

“Kalimantan Timur bukan daerah pinggiran. Kaltim adalah salah satu penyangga utama ekonomi Indonesia, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral. Karena itu, orang muda Kaltim harus berhenti menjadi penonton yang hanya melihat perubahan dari kejauhan. Sudah waktunya menjadi pemain yang ikut menentukan arah kebijakan dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.

Arief menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah berupaya menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa pengelolaan kekayaan alam harus ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dalam konteks tersebut, Kalimantan Timur disebut memiliki peran sentral karena menjadi salah satu lumbung energi nasional.

“Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar teks konstitusi. Ia adalah mandat perjuangan. Presiden Prabowo sedang berikhtiar memastikan kekayaan alam Indonesia tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat,” katanya.

Ia juga menyoroti peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang disebut mendapat mandat untuk memperbaiki tata kelola sektor energi dan sumber daya mineral agar lebih berkeadilan. Menurut Arief, berbagai kebijakan seperti legalisasi sumur rakyat, peningkatan produksi energi, dan penguatan hilirisasi merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Bahlil Lahadalia sedang berada di garis depan untuk memastikan amanah Pasal 33 UUD 1945 berjalan. Atas perintah Presiden Prabowo, beliau berjuang agar seluruh sumber energi dan sumber daya mineral dapat dikelola secara lebih adil, lebih produktif, dan hasilnya kembali kepada rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arief mengingatkan bahwa pembangunan nasional yang sedang berlangsung harus dimanfaatkan oleh generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas jaringan, dan memperkuat kepemimpinan. Ia menilai anak muda tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus hadir sebagai subjek yang turut menentukan arah masa depan daerah.

“Kita tidak boleh hanya mendapatkan remah-remah dari kekayaan yang ada di tanah sendiri. Orang muda Kaltim harus masuk ke gelanggang, menjadi pengambil keputusan, menjadi pengusaha, menjadi pemimpin, dan menjadi bagian dari solusi. Kaltim membutuhkan generasi yang berani menjadi pemain,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menyinggung pentingnya soliditas politik nasional. Ia menilai hubungan antara Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Golongan Karya yang semakin erat dalam semangat koalisi permanen menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai agenda strategis nasional.

“Soliditas Partai Gerindra dan Partai Golkar sebagai koalisi permanen merupakan fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Stabilitas politik yang kuat akan mempercepat pelaksanaan agenda-agenda strategis bangsa, termasuk kedaulatan energi, hilirisasi industri, pembangunan IKN, dan pemerataan kesejahteraan di seluruh daerah,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Arief mengajak kader HMI dan seluruh generasi muda Kalimantan Timur untuk berani mengambil peran dalam berbagai bidang pengabdian, mulai dari dunia usaha, politik, birokrasi hingga sektor sosial kemasyarakatan.

“Sejarah selalu ditentukan oleh mereka yang berani mengambil peran. Saya mengajak orang muda Kaltim untuk keluar dari bangku penonton. Saatnya menjadi pemain politik, pemain pembangunan, dan pemain peradaban demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Related posts