Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
DPRD KALTIM

DKP3A Siapkan Edukasi Pra Nikah, Edukasi Parenting dan Klub Ayah

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh ajak DKP3A kerja sama program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

SAMARINDA – “Program kegiatan yang akan dilakukan adalah upaya preventif melalui pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Edukasi Pra Nikah, Edukasi Parenting dan Klub Ayah,” demikian tegas anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Fitri Maisyaroh.

Hal itu disampaikan Fitri saat audiensi bersama Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, di Ruang Rapat Kepala DKP3A, Selasa (5/4/2022) tadi.

Dikatakan, untuk mendukung kegiatan tersebut, Fitri mengatakan siap mengalokasikan Anggaran Pokok Pikiran (Pokir) untuk program kegiatan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak itu. Rencananya, anggaran pokir yang dialokasikan ini adalah Rp 500 juta pada APBD Perubahan 2022, dan Rp 1 miliar pada APBD 2023.

Menurut Fitri, dari anggaran tersebut rencananya akan dialokasikan 25 persen untuk penanganan pelayanan dan 75 persen untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Seperti disampaikan di atas, program yang dilakukan adalah upaya preventif melalui pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Edukasi Pra Nikah, Edukasi Parenting dan Klub Ayah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita menyambut baik dan siap bekerja sama dengan Komisi IV DPRD Kaltim. Ia menilai, hal ini sebagai bentuk perhatian terhadap perempuan dan anak.

BACA JUGA :  Bahas Pendidikan, Ulama Yaman Temui Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

“Kita mengupayakan program kegiatan ini tepat sasaran dan dapat mengurangi tingkat kekerasan di Kaltim,” ujar Soraya.

Soraya menyampaikan, program kegiatan edukasi Pra Nikah diharapkan dapat menyentuh akar persoalan penanggulangan stunting, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan mengendalikan angka perceraian.

Sementara Edukasi Parenting diharapkan dapat berupa gaya pengasuhan anak berdasarkan perbedaan gender, berdasarkan usia anak, dan berdasarkan perbedaan karakter anak. Selain itu juga pengetahuan tentang gaya pengasuhan ayah ideal, pengetahuan tentang gaya pengasuhan ibu ideal, dan komunikasi orang tua-anak yang efektif. Ada juga upaya simulasi cara berkomunikasi dengan anak.

“Sedangkan untuk Klub Ayah, sebagai upaya mengurai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat yang salah satunya disebabkan ketiadaan peran ayah dalam keluarga,” imbuh Soraya.

Ia berharap, program tersebut sebagai langkah menyiapkan ketahanan keluarga sehingga dapat membentuk generasi masa depan berkualitas. (rdg)

Facebook Comments Box

Related posts