Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
DPRD KALTIM

Wawasan Kebangsaan, Narasumber: Partisipasi Masyarakat dalam Politik Wujud Kecintaan Terhadap Tanah Air

Akhmed Reza Fachlevi saat Sosialisasi wawasan kebangsaan ke-5 di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Jumat (17/5/2024).

Kompak.id. Tenggarong – Giat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan kembali dijalankan Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi. Sosialisasi wawasan kebangsaan ke-5 ini berlangsung di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Jumat (17/5/2024).

Dalam giat itu, politisi muda dari Partai Gerindra tersebut mengatakan, wawasan kebangsaan harus tertanam di tiap individu masyarakat. Agar kecintaan terhadap bangsa dan negara tetap terjaga, sehingga mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sehingga ini penting untuk kami sampaikan. Dari saya hanya ada dua poin, pertama agar wawasan kebangsaan ini menjadi pengetahuan masyarakat pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Kedua, wawasan kebangsaan ini dapat menumbuhkan kembali kecintaan kepada bangsa dan negara. Untuk lebih jelasnya nanti akan disampaikan oleh narasumber kita yang sudah hadir bersama kita. Nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh dua narasumber kita yang telah hadir,” papar Reza Fachlevi saat membuka sosialisasi.

Babinsa dari Koramil setempat, Faisal Husairi yang didaulat menjadi narasumber menjelaskan, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia, yakni sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan kepribadian bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia.

“Wawasan kebangsaan adalah konsep politik yang melihat Indonesia sebagi satu keaatuan.
Sehingga amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan wilayah Republik Indonesia serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Reza Fahlevi Ajak Semua Pihak Hindari Politik Pecah Belah

Terkait dengan menjaga dan mempertahankan NKRI, ia mengatakan, masih terdapat ancaman dari dalam dan luar negeri. Untuk itu diperlukan jiwa nasionalisme untuk mempertahankan keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman.

“Dalam masyarakat muncul ancama intoleransi antarumat beragama, memaksakan kehendak dan keyakinan. Kemudian ada kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Ancaman ini tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar,” kata Faisal menjelaskan.

Narasumber kedua, Tri Wahyuni. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam menentukan jalannya pemerintahan merupakan bentuk kecintaan terhadap negara. Ia mencontohkan, hasil pemilihan umum yang merupakan pesta demokrasi untuk rakyat sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Sebab, tanpa keterlibatan masyarkat, demokrasi akan kehilangan substansinya.

“Kalau kita bicara pemilu, maka kesadaran kita akan mengikuti pemilu atau pesta demokrasi. Karena kita pahami bahwa satu suara sangat menentukan,” ujar wanita yang akrab disapa Yuni itu.

Sehingga, kata dia, partipasi aktif dari warga negara menjadi kunci keberhasilan dalam negara demokrasi, terutama dalam memilih untuk menentukan pemimpin di masyarakat.

“Di masyarakat ada apriori, apabila kita tidak berpartisipasi berarti kita membiarkan orang yang tidak layak akan menjadi pemimpin. Terkait dengan Wawasan kebangsaan ini tidak terlepas dari empat pilar, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945,” sebutnya. (*)

Related posts