Kompak.id, Samarinda – Program keluarga berencana (KB) dinilai tidak hanya berfungsi untuk mengendalikan angka kelahiran, tetapi juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menekankan bahwa aspek edukasi dalam program KB harus menjadi perhatian utama pemerintah.
“KB itu bukan cuma soal menekan angka kelahiran, tapi juga bagaimana membangun keluarga yang sehat,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam program KB terdapat berbagai kegiatan penyuluhan yang menyasar kelompok usia produktif, termasuk edukasi terkait perencanaan keluarga.
Menurutnya, pemahaman tentang kesiapan berkeluarga, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan, menjadi hal yang sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat.
“Termasuk soal usia berkeluarga, kesiapan ekonomi, itu semua bagian dari edukasi yang harus diberikan,” jelasnya.
Selain itu, program KB juga berperan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak melalui berbagai kampanye dan pendampingan di masyarakat.
Namun, Anhar menilai bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan kegiatan tersebut di lapangan.
“Semua itu butuh anggaran. Tanpa itu, penyuluhan tidak bisa maksimal,” tegasnya.
Ia berharap, pemerintah kota dapat memberikan perhatian lebih terhadap program edukatif dalam KB, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Dengan penguatan program ini, diharapkan kualitas keluarga di Samarinda dapat terus meningkat seiring dengan terkendalinya pertumbuhan penduduk. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
