Kompak.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mempertanyakan belum terserapnya anggaran bidang koperasi meski sejumlah kegiatan telah mulai dilaksanakan. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian agar tidak menghambat pelaksanaan program yang menyentuh masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengatakan hasil evaluasi terhadap Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian (Diskumi) menunjukkan anggaran bidang koperasi sekitar Rp400 juta hingga kini masih belum terealisasi atau berada di angka nol persen.
“Ini juga menjadi perhatian kami. Anggaran koperasi sekitar Rp400 juta, tetapi realisasinya masih nol persen. Padahal beberapa kegiatan sudah berjalan,” ujar Iswandi, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan penjelasan yang diterima Komisi II, sejumlah agenda pembinaan dan pengawasan koperasi sebenarnya telah dilaksanakan. Namun, anggaran untuk kegiatan tersebut belum dapat dicairkan sehingga belum tercatat sebagai realisasi.
Menurut Iswandi, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan program pemerintah. Terlebih, sektor koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung pengembangan usaha di daerah.
Ia menilai pemerintah perlu segera mencari solusi agar kegiatan yang telah dilaksanakan dapat diikuti dengan pencairan anggaran sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga pelaksanaan program tidak mengalami hambatan.
“Kalau kegiatannya sudah dilaksanakan tetapi dananya belum bisa dicairkan, tentu harus dicari penyebabnya. Jangan sampai program yang sudah berjalan justru terkendala persoalan administrasi,” katanya.
Selain memastikan percepatan realisasi anggaran, Iswandi juga meminta agar proses perencanaan dan pelaksanaan program koperasi dilakukan lebih matang sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai jadwal.
“Kami ingin anggaran yang sudah disiapkan benar-benar bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan koperasi. Jangan sampai anggaran ada, tetapi manfaatnya belum bisa dirasakan masyarakat,” tutup Iswandi. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
