Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Digitalisasi SPMB Belum Maksimal, Input Data Domisili Masih Dilakukan Manual

Kompak.id, Samarinda – Komisi I DPRD Kota Samarinda menilai penerapan sistem digital dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih belum berjalan maksimal. Pasalnya, proses penentuan domisili calon peserta didik ternyata masih bergantung pada input data yang dilakukan secara manual oleh operator sekolah.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengungkapkan temuan tersebut diperoleh saat rapat evaluasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Menurutnya, pihaknya sempat meminta penjelasan mengenai keterlibatan Diskominfo dalam mendukung pelaksanaan SPMB.

“Saya menanyakan apakah Diskominfo ada dalam satuan kerja kegiatan SPMB. Ternyata mereka hanya menampung informasi terkait pendaftaran jalur domisili,” ujar Ronal, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, Diskominfo tidak memiliki kewenangan menentukan jarak antara rumah calon peserta didik dengan sekolah tujuan. Data tersebut justru dimasukkan terlebih dahulu oleh operator sekolah sebelum diteruskan ke sistem yang dikelola Diskominfo.

“Posisi yang digunakan dari rumah ke sekolah itu masih bertumpu pada sistem manual yang dilaksanakan oleh operator sekolah. Operator yang memasukkan alamat rumah ke sekolah tujuan,” katanya.

Menurut Ronal, mekanisme tersebut menunjukkan proses digitalisasi belum sepenuhnya terintegrasi. Padahal, sistem berbasis teknologi seharusnya mampu membaca dan mengolah data secara otomatis tanpa bergantung pada proses input manual.

“Kalau bicara sistem digital sekarang, harusnya sudah bekerja secara otomatis. Jadi sistem itu yang membaca data, bukan lagi operator yang memasukkan alamat satu per satu,” tegasnya.

Ia menilai pembenahan sistem perlu segera dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam proses pengolahan data.

Selain meningkatkan efisiensi, penyempurnaan sistem juga dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB, khususnya pada jalur domisili yang kerap menjadi perhatian publik setiap tahun.

“Harapan kami tentu sistem ini terus diperbaiki sehingga benar-benar menjadi layanan digital yang memudahkan masyarakat dan memberikan hasil yang lebih akurat,” tutup Ronal.

Related posts