Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERAU

Berau Genjot Pariwisata, Infrastruktur Akses Disorot

Berau – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memperkuat arah pengembangan pariwisata sebagai salah satu sektor yang diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Kekayaan alam yang dimiliki Bumi Batiwakkal menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor tersebut. Tidak hanya wisata bahari dan kepulauan, Berau juga memiliki berbagai potensi wisata alam serta kekayaan budaya yang tersebar di sejumlah wilayah.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, potensi tersebut perlu dikelola secara serius agar keberadaan destinasi wisata tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Pariwisata harus kita lihat sebagai peluang ekonomi yang bisa terus berkembang. Potensinya ada, tinggal bagaimana kita menyiapkan berbagai pendukungnya agar manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya, Senin, (5/10/26)

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata membutuhkan dukungan berbagai aspek. Salah satunya adalah infrastruktur yang menghubungkan pusat daerah dengan kawasan destinasi. Kondisi akses yang masih belum merata menjadi salah satu pekerjaan yang terus diupayakan pemerintah.

Sri menyebut, keberadaan destinasi yang menarik belum sepenuhnya cukup untuk mendorong peningkatan kunjungan apabila wisatawan masih menghadapi kendala dalam perjalanan menuju lokasi.

“Untuk mengembangkan wisata, kita tidak bisa hanya membangun destinasinya. Akses menuju lokasi juga harus diperhatikan supaya masyarakat maupun wisatawan bisa lebih mudah menjangkaunya,” ujarnya.

Perbaikan konektivitas, lanjutnya, juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian. Ketika arus wisatawan meningkat, aktivitas usaha di sekitar destinasi berpotensi ikut bergerak.

UMKM, pelaku usaha kuliner, jasa transportasi, penginapan, penyedia jasa wisata hingga pelaku ekonomi kreatif dapat memperoleh ruang usaha yang lebih besar. Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada pengelola destinasi, tetapi turut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

“Yang kita harapkan tentu bukan hanya wisatawannya yang datang, tetapi masyarakat sekitar juga mendapatkan peluang. Usaha mereka bisa berkembang dan perputaran ekonomi di daerah tujuan wisata semakin kuat,” jelasnya.

Untuk mendukung kebutuhan infrastruktur tersebut, Pemkab Berau terus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Sri menyadari bahwa kebutuhan pembangunan daerah cukup besar sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak.

Terlebih, kemampuan anggaran daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, kolaborasi antarpemerintahan dinilai menjadi salah satu strategi agar pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.

“Kita terus berkoordinasi dan mencari dukungan, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Dengan kerja sama seperti ini, pembangunan yang dibutuhkan daerah bisa lebih cepat kita dorong,” tuturnya.

Sri menegaskan, pengembangan pariwisata tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan angka kunjungan. Pemerintah juga ingin membangun sektor wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan dengan tetap menjaga lingkungan dan nilai budaya lokal.

Sejumlah kawasan seperti Maratua, Derawan, Biduk-Biduk dan destinasi lainnya dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.

“Pariwisata kita dorong menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, bersama sektor lain yang juga memiliki potensi seperti pertanian dan perkebunan rakyat. Semua sektor ini harus kita kembangkan agar ekonomi Berau semakin kuat,” pungkasnya. (Mit/ADV)

Related posts