Kompak.id, Samarinda – Akses terhadap layanan keuangan menjadi salah satu persoalan yang perlu diperkuat dalam pemberdayaan pelaku UMKM di Kota Samarinda. DPRD mendorong BPR Bank Samarinda tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor layanan, tetapi aktif mendatangi pelaku usaha, termasuk pedagang yang beraktivitas di pasar rakyat.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan pola pelayanan jemput bola dibutuhkan agar semakin banyak pelaku UMKM terhubung dengan layanan perbankan.
“Bank Samarinda itu harus jemput bola. Bagaimana setiap pelaku UMKM itu punya rekening ke depan, itu yang saya dorong,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Viktor, kepemilikan rekening dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem keuangan formal. Layanan tersebut juga dapat memudahkan aktivitas transaksi dan pengelolaan keuangan usaha.
Karena itu, ia mendorong Bank Samarinda lebih aktif membuka akses layanan di pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Pasar rakyat dinilai menjadi salah satu lokasi yang strategis untuk pendekatan tersebut.
“Supaya Bank Samarinda ini tidak pasif. Harus aktif jemput bola seperti bank-bank swasta lainnya,” katanya.
Viktor menilai pola tersebut juga dapat mendekatkan bank daerah dengan pelaku usaha kecil yang selama ini mungkin belum terbiasa menggunakan layanan perbankan.
Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan menyimpan dana di Bank Samarinda. Menurutnya, status bank yang berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu aspek yang memberikan kepastian dalam layanan perbankan.
“Bank Samarinda itu terjamin karena dia masuk dalam pengawasan OJK,” tegasnya.
Dorongan tersebut, kata Viktor, sejalan dengan upaya memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pengelolaan pasar rakyat. Menurutnya, pembinaan usaha akan lebih lengkap apabila dibarengi akses terhadap sistem keuangan yang mudah dijangkau pelaku usaha.
Ia berharap Bank Samarinda dapat mengambil peran lebih aktif dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di kawasan pasar dan sentra UMKM.
“Kita ingin bank ini hadir dan aktif mendatangi pelaku UMKM, bukan hanya menunggu mereka datang ke bank,” pungkasnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
