Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Muhammad Andriansyah Dorong Pemisahan Dinas Pariwisata Samarinda

Kompak.id, Samarinda – Pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda dinilai membutuhkan kelembagaan yang lebih fokus. Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah terus mendorong agar urusan pariwisata dipisahkan dan ditangani secara khusus melalui Dinas Pariwisata alih-alih terus digabung dengan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Menurut Andriansyah, keberadaan perangkat daerah yang fokus menangani pariwisata penting untuk mengembangkan potensi kota sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Fraksi Demokrat selalu ingin pariwisata dipisahkan. Baru kita bisa fokus untuk menghidupkan kembali Samarindanya atau menjadikan Samarinda sebagai kota tujuan,” ujar Andriansyah, Jumat (21/8/2026).

Ia menilai pariwisata tidak sekadar berkaitan dengan destinasi, tetapi memiliki hubungan dengan berbagai sektor ekonomi. Ketika kunjungan ke Samarinda meningkat, sektor perhotelan, restoran, perdagangan hingga jasa dapat ikut bergerak.

Karena itu, pengelolaan pariwisata dinilai membutuhkan perangkat dan program yang mampu bekerja secara khusus. Pemerintah tidak cukup hanya memiliki destinasi, tetapi juga perlu memikirkan bagaimana mendatangkan orang untuk berkunjung dan berkegiatan di Samarinda.

“Bagaimana caranya supaya orang menginap di hotel, supaya orang datang ke Samarinda, supaya orang berkegiatan di Samarinda dan memutar ekonomi Samarinda,” katanya.

Andriansyah menilai kondisi tersebut harus dijawab melalui kebijakan yang terarah. Salah satunya dengan memberikan ruang kelembagaan yang lebih kuat bagi sektor pariwisata.

Ia juga mengingatkan agar target menjadikan Samarinda sebagai kota peradaban maupun smart city tidak mengabaikan persoalan dasar. Menurutnya, penguatan sektor pariwisata menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.

Ia beranggapan dengan kelembagaan yang lebih fokus, pemerintah dapat menyusun kegiatan, promosi dan pengembangan destinasi secara lebih terarah sehingga Samarinda memiliki daya tarik sebagai kota tujuan.

“Kita tidak perlulah berbicara kota peradaban, smart city dan segala macam kalau hal-hal yang mendasar saja kita tidak bisa selesaikan,” tutupnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)

Related posts