Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Integrasi Taksi Sungai dan Bus Digagas untuk Atasi Kemacetan 

Kompak.id, Samarinda – Kota Samarinda dikenal memiliki potensi besar dalam wujud sungai Mahakam dan anak sungai semisal Sungai Karang Mumus, namun sejauh ini pemanfaatan dua sungai di Kota Tepian itu terbatas hanya untuk kepentingan pariwisata, padahal kedua sungai tersebut dapat dimanfaatkan lebih jauh, contohnya menjadi bagian dari sistem transportasi massal Kota Samarinda.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menilai keberadaan dua sungai tersebut dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap transportasi darat sekaligus menekan beban kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Menurutnya, konsep transportasi sungai dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan moda transportasi darat. Masyarakat nantinya tidak harus menggunakan kendaraan pribadi dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.

“Kita bisa menjadikan sungai sebagai sarana transportasi alternatif. Setidaknya untuk mengurangi kemacetan yang ada di darat,” ujar Andriansyah, Selasa (18/8/2026).

Ia membayangkan adanya titik-titik pemberhentian di sepanjang sungai yang berfungsi layaknya halte. Dari titik tersebut, masyarakat dapat berpindah menggunakan transportasi sungai maupun transportasi darat sesuai dengan tujuan perjalanan.

Misalnya, masyarakat dari kawasan tertentu dapat menggunakan taksi sungai menuju titik transit, kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus menuju kawasan tujuan. Pola tersebut juga dapat diterapkan untuk perjalanan sebaliknya.

“Misalnya orang mau ke Lembus, turun di Pasar Segiri. Dari Pasar Segiri naik transportasi massal ke Lembus, naik bus misalnya, tinggal turun di haltenya yang dekat Lembus,” jelasnya.

Menurut Andriansyah, sistem tersebut dapat dibuat dengan konsep konektivitas antarmoda. Halte sungai tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan halte transportasi darat dan akses menuju kawasan permukiman.

“Dari halte darat ke halte sungai. Dari sungai naik taksi air. Naik dari halte yang dekat rumahnya, ambil motornya, pulang dia ke rumah,” katanya.

Ia menilai konsep tersebut dapat menjadi salah satu pilihan dalam mengembangkan transportasi massal Samarinda. Apalagi, kota ini memiliki jaringan sungai yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Selain fungsi transportasi, pemanfaatan sungai juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari sektor pariwisata. Wisata susur sungai yang sudah berjalan dapat dikembangkan bersamaan dengan fungsi mobilitas masyarakat.

Andriansyah pun mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar terus mengkaji dan menghadirkan transportasi massal, baik di jalur darat maupun sungai. Menurutnya, potensi yang telah tersedia perlu dimaksimalkan untuk menjawab persoalan transportasi perkotaan.

“Potensi-potensi alam yang ada itu kenapa tidak kita maksimalkan?” pungkasnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)

Related posts