Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA UMUM

GAWIYAN Angkat Jejak Identitas Dayak Lewat Artist Residency di Raya Budaya Etam 2026

Kompak.id, Samarinda – Yayasan Genta Warisan Budaya Alam Nusantara (GAWIYAN) menghadirkan cara baru dalam upaya pelestarian budaya melalui program Artist Residency bertajuk Dayak Eksodus: Jejak Tanah, Identitas, dan Perubahan pada gelaran Raya Budaya Etam 2026 di Hotel Harris Samarinda. Program ini mengajak seniman menyelami langsung kehidupan masyarakat Dayak sebelum menuangkannya dalam karya seni yang sarat makna.

Berbeda dari pameran seni pada umumnya, residensi ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa lukisan. Tiga pelukis yang terlibat terlebih dahulu tinggal bersama masyarakat, melakukan riset lapangan, berdialog dengan tokoh adat, akademisi, hingga komunitas lokal guna memahami perubahan sosial, budaya, dan lingkungan yang terjadi di Kalimantan.

Producer Program GAWIYAN, Fatqurozi, mengatakan konsep Dayak Eksodus lahir dari keinginan menghadirkan karya seni yang berangkat dari pengalaman nyata para seniman, sehingga mampu menjadi dokumentasi budaya sekaligus ruang refleksi bagi masyarakat.

“Kami ingin para seniman tidak sekadar datang untuk melukis, tetapi hidup bersama masyarakat, mendengar cerita mereka, memahami perubahan yang terjadi, lalu menerjemahkan seluruh pengalaman itu menjadi karya seni. Dengan cara itu, karya yang lahir bukan hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga menjadi media edukasi dan ruang refleksi bagi publik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Fatqurozi menjelaskan, istilah “eksodus” dalam program tersebut bukan dimaknai sebagai perpindahan atau meninggalkan kampung halaman. Sebaliknya, eksodus dipahami sebagai perjalanan batin untuk menemukan kembali jejak identitas masyarakat Dayak, memahami hubungan mereka dengan tanah leluhur, serta merekam perubahan yang tengah berlangsung di Kalimantan.

Selama proses residensi, para seniman akan menggali berbagai cerita dan perspektif dari masyarakat. Seluruh perjalanan kreatif itu kemudian diwujudkan dalam karya-karya yang akan dipresentasikan kepada publik melalui pameran seni, workshop budaya, dialog publik, hingga sesi interaksi langsung antara seniman dan pengunjung.

Pembina Yayasan GAWIYAN, Marliana Wahyuningrum, mengatakan partisipasi GAWIYAN dalam Raya Budaya Etam 2026 merupakan wujud komitmen yayasan dalam menjaga kelestarian budaya melalui pendekatan yang kreatif, kolaboratif, dan berbasis riset.

“Melalui program ini kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa budaya Dayak bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi bagi masa depan. Kami berharap kolaborasi antara seniman, masyarakat, akademisi, dan komunitas mampu melahirkan karya-karya yang memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur,” katanya.

Selain menampilkan hasil Artist Residency, GAWIYAN juga menggelar pameran lukisan, workshop budaya, dialog publik, serta berbagai kegiatan edukatif yang memungkinkan masyarakat menyaksikan langsung proses kreatif para seniman selama berlangsungnya Raya Budaya Etam 2026.

Program tersebut didukung oleh Tiwi Latifffah sebagai Producer Event, Zaenal Abidin sebagai perwakilan artist sekaligus pelukis, Bisri Mustafa sebagai perwakilan pengurus yayasan, serta Mira Farenola selaku bendahara yayasan.

Melalui Artist Residency Dayak Eksodus: Jejak Tanah, Identitas, dan Perubahan, GAWIYAN berharap seni tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah, identitas, dan masa depan masyarakat Dayak, sekaligus memperkuat Kalimantan Timur sebagai ruang lahirnya gagasan budaya yang berakar pada kearifan lokal.

Related posts