Kompak.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mengungkapkan usulan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda untuk tahun 2027 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi belum adanya kepastian kemampuan fiskal daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan informasi tersebut diperoleh saat rapat dengar pendapat bersama Dinas PUPR yang membahas rencana program dan kebutuhan anggaran tahun 2027.
Menurut Deni, Dinas PUPR hanya mengusulkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk tahun depan. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan anggaran tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp2,1 triliun, termasuk dukungan dari Bantuan Keuangan (Bankeu) untuk penanganan banjir.
“Tahun 2027 mereka hanya berani mengusulkan sekitar Rp200 miliar. Jauh menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp2,1 triliun,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, rendahnya usulan anggaran bukan karena berkurangnya kebutuhan pembangunan, melainkan pemerintah kota masih menyesuaikan rencana belanja dengan kemampuan fiskal yang tersedia. Hingga kini, pemerintah juga masih menunggu kepastian penyaluran dana bagi hasil (DBH) dan dana tunda salur dari pemerintah pusat.
“Pemerintah kota belum berani menyusun anggaran dalam jumlah besar karena belum ada kepastian mengenai dana DBH maupun dana tunda salur dari pemerintah pusat,” katanya.
Deni menilai kondisi tersebut membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan.
“Kita memahami pemerintah kota harus menyesuaikan dengan kemampuan fiskal. Yang paling penting sekarang bagaimana pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan kewajiban pelayanan dasar kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pada triwulan ketiga tahun ini pemerintah pusat segera memberikan kepastian terkait penyaluran dana yang masih tertunda sehingga ruang fiskal Kota Samarinda kembali membaik.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kabar baik dari pemerintah pusat terkait dana tunda salur. Kalau itu sudah masuk, tentu akan sangat membantu menunjang pembangunan di Kota Samarinda,” pungkasnya.(Adv/Ain/DPRDSamarinda)
