Kompak.id, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengapresiasi inisiatif sejumlah komunitas dan masyarakat yang melakukan perbaikan jalan berlubang secara swadaya di beberapa titik di Kota Samarinda. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.
Helmi mengatakan perbaikan infrastruktur sejatinya merupakan tanggung jawab pemerintah. Namun, ia memahami munculnya gerakan swadaya tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
“Tentu kita mengapresiasi teman-teman yang memiliki inisiatif melakukan kegiatan itu. Ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” katanya, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, kondisi fiskal saat ini membuat tidak seluruh usulan pembangunan dapat langsung direalisasikan. Karena itu, kepedulian masyarakat menjadi dukungan positif bagi pemerintah daerah.
“Memang kita menyadari dengan adanya efisiensi anggaran, tidak semua aspirasi masyarakat bisa langsung dipenuhi,” ujarnya.
Meski demikian, Helmi menegaskan pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan kondisi jalan tetap layak digunakan. DPRD pun akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar melakukan pengecekan terhadap lokasi-lokasi yang diperbaiki secara swadaya.
“Nanti kita juga akan mengingatkan Dinas PUPR untuk turun mengecek ke lapangan,” ucapnya.
Selain itu, ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian kepada komunitas yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap fasilitas publik. Bentuk apresiasi dinilai penting untuk mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Mudah-mudahan pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada teman-teman yang punya inisiatif seperti itu,” tutur Helmi.
Ia menambahkan DPRD juga berencana turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jalan sekaligus berdialog dengan komunitas yang selama ini aktif melakukan aksi sosial tersebut.
“Insyaallah nanti kita juga akan turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan mereka,” pungkasnya. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
