Kompak.id, Samarinda – Kebutuhan tenaga pendidik di Kota Samarinda yang terus meningkat akibat banyaknya guru pensiun perlu disikapi dengan perhitungan matang. DPRD Kota Samarinda mengingatkan bahwa penambahan guru baru harus tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan kebutuhan guru memang menjadi persoalan yang harus segera diantisipasi. Namun, setiap kebijakan penambahan tenaga pendidik juga memiliki konsekuensi terhadap anggaran daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelayanan pendidikan dan kemampuan fiskal yang dimiliki.
“Kebutuhan guru memang harus dipenuhi, tetapi kemampuan keuangan daerah juga harus menjadi pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan,” ujar Helmi, Rabu (10/6/2026)
Ia menjelaskan kondisi fiskal daerah saat ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Berbagai kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat daerah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja.
Helmi mengungkapkan tidak sedikit daerah yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan tenaga kerja karena keterbatasan kemampuan APBD. Bahkan, ada daerah yang harus melakukan penyesuaian terhadap jumlah tenaga kerja yang dimiliki.
“Kondisi setiap daerah berbeda-beda. Ada daerah yang bahkan harus melakukan penyesuaian karena kemampuan anggarannya terbatas,” katanya.
Meski demikian, ia menilai kondisi keuangan Kota Samarinda saat ini masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Namun, setiap rencana penambahan tenaga baru tetap harus melalui kajian yang cermat.
“Untuk kondisi Samarinda saat ini masih relatif aman, tetapi setiap rencana penambahan tenaga tentu harus dihitung secara matang agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.
Helmi berharap pemerintah daerah dapat terus melakukan pemetaan kebutuhan guru secara akurat agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan sekaligus tidak membebani keuangan daerah di masa mendatang. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
