Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
UMUM

BAZNAS Kaltim Bekali 35 Mustahik Pelatihan Wirausaha Z-Chicken, Dorong Kemandirian Ekonomi

Kompak.id, Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program unggulan Z-Chicken. Sebanyak 35 mustahik asal Kota Samarinda mengikuti pelatihan kewirausahaan sebagai bekal menjalankan usaha kuliner ayam krispi di Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (25/6/2026).

Program Z-Chicken merupakan model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga membekali para penerima manfaat dengan keterampilan berwirausaha agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan.

Untuk memastikan standar kualitas produk dan pelayanan, BAZNAS Kaltim menggandeng PT Berkah Kuliner Semesta (BKS) sebagai mitra pelatihan. Para peserta mendapatkan materi mulai dari standar operasional (SOP) pengolahan ayam krispi, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan operasional usaha.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata dalam mendorong mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidup hingga kelak menjadi muzaki.

“Program ini merupakan pelaksanaan pertama Z-Chicken di Samarinda untuk wilayah Kalimantan Timur. Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pelajari pengelolaan keuangan, pelayanan kepada konsumen, hingga teknik mengolah produk. Semua itu menjadi bekal untuk membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, setiap peserta memperoleh paket investasi usaha senilai sekitar Rp20 juta yang meliputi gerobak usaha, perlengkapan memasak, hingga modal kerja awal.

Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan usaha kuliner di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurutnya, telepon pintar tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sarana pemasaran yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Sekarang semua berbasis teknologi. Peserta juga akan diajarkan menggunakan aplikasi kasir atau struk digital sehingga tidak perlu lagi melakukan pencatatan secara manual. Promosi juga jangan hanya sebatas membuat merek, tetapi harus aktif dipasarkan melalui media sosial,” katanya.

Ia menambahkan, konsep usaha Z-Chicken cukup fleksibel karena tidak hanya melayani pembelian langsung, tetapi juga dapat menerima pesanan dalam jumlah besar untuk berbagai kegiatan seperti rapat, acara keluarga, hingga program Jumat Berkah.

Selain membekali peserta dengan keterampilan teknis, Badrus juga mengingatkan bahwa program tersebut merupakan amanah dari para muzaki yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

“Modal yang digunakan adalah titipan dari para muzaki. Mereka mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS untuk diberdayakan. Karena itu, jalankan usaha ini dengan sungguh-sungguh. Pertanggungjawabannya bukan hanya kepada BAZNAS, tetapi juga kepada Allah SWT,” tegasnya.

BAZNAS Kaltim memastikan pendampingan kepada para peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Lembaga tersebut akan terus melakukan pembinaan, termasuk membantu strategi pemasaran agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Dalam menjalankan usaha pasti ada untung dan rugi. Tugas kami adalah terus mendampingi agar usaha yang dijalankan bisa berkembang, menghasilkan keuntungan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaat,” tutup Badrus. (Ain)

Related posts