Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL BERITA UTAMA DINAS PENDIDIKAN KALTIM PENDIDIKAN

Siswa SMAN 15 Samarinda Kerjakan UAS dengan HP Android

KOMPAK.ID, SAMARINDA – Sejak Senin 14 Maret sampai dengan 23 Maret 2022, 96 siswa SMAN 15 Samarinda akan menjalani Ujian Akhir Sekolah (UAS). Menariknya, mulai tahun pelajaran 2021/2022 ini, SMAN 15 Samarinda menggelar UAS dengan memanfaatkan tekonologi yang terdapat pada ponsel pintar berbasis android. Sehingga siswa yang dibagi dalam enam kelas tersebut diperkenankan membawa ponsel pintar mereka masing-masing untuk mengerjakan sejumlah soal pilihan ganda yang diberikan oleh sekolah.

 “Ujian berbasis daring dilakukan, dengan tujuan mengenalkan siswa-siswi pemanfaatan HP berbasis Android. Hal serupa juga pernah dilakukan pada Ujian Akhir Semester tahun sebelumnya tepatnya pada saat sekolah melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) secara daring  berlaku new normal pandemic covid 19,” ungkap Ketua panitia Ujian Akhir Sekolah (UAS) SMAN 15 Samarinda, Farida Nurlaila, M.Pd.

Selain lebih efektif, pelaksanaan UAS juga menghemat biaya. Sebab, aplikasi yang sudah tersedia dalam sistem android seperti Google Form telah tersedia.

“Ujian dengan android ini tentu menghemat biaya dan waktu baik guru maupun Sekolah  dalam mengelola hasil ujian. Kami memanfaatkan fitur Google formulir yang terdapat pada drive gmail.com. Melalui fitur Google formulir ini akan memudahkan dalam pelaksanaan dan pemrosesan hasil ujian. Guru mata pelajaran akan segera mendapat hasil ujian dan menentukan tindak lanjutnya,” kata Farida melanjutkan.

Kelebihan lainnya, guru-guru juga dipermudah dengan aplikasi yang disediakan Google Form tempat siswa mengerjakan ujian mereka. Dalam UAS ini, siswa diberikan waktu ujian selama 120 menit dengan dua mata pelajaran per harinya.

BACA JUGA :  Soal "Dana CSR" KNPI Kaltim Minta Pemprov dan DPRD Pelototin Celah Yang Bisa Merugikan Kaltim

“Pengajaran di SMAN 15 Samarinda sebelum UAS berbasis android dilaksanakan, sekolah telah membentuk Team peng-upload soal yang bertujuan meminimalisir kekeliruan dan pemahaman terkait penggunaan google formulir pada saat mengupload soal oleh kawan-kawan Proktor, sehingga kawan-kawan guru hanya membuat soal lalu file nya diserahkan pada tim untuk kemudian di upload pada google formulir,” kata Farida menjelakan.

Kepala SMAN 15 Samarinda Dra. Rustini, M.Pd juga mengaku dipermudah dengan UAS berbasi android ini. Menurutnya, cara tersebut juga memberikan edukasi kepada siswa untuk menggunakan ponsel secara lebih positif.

“Peserta didik mengakui bahwa mereka senang mengikuti UAS berbasis android. Di sisi lain mampu memberi edukasi kepada siswa tentang pemanfaatan android yang dimilikinya untuk hal-hal positif. untuk ke depannya sistem pelaksanaan ujian Akhir Sekolah  Berbasis Android (UASBA) dan ujian semester akan terus diterapkan dan tetap mengikuti perkembangan di era digital saat ini,” tutut Rustini.

Secara piskologis juga sangat membantu siswa. Rustini menuturkan, tujuan sekolahnya menggunakan sistem CBT berbasis android di antaranya agar para siswa merasa tidak terbebani dengan UAS.

“Pada zaman sekarang kan yang familiar bagi anak-anak yaitu handphone. Makanya kami gunakan CBT berbasis android. Dengan memakai handphone ini, membiasakan supaya anak-anak berintegritas. Karena integritas segala-galanya bagi kami,” kata Rustini memungkasi. (Adv)

Facebook Comments Box

Related posts