Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DISKOMINFO SAMARINDA

Pusat Transportasi Ramah Lingkungan, Pemkot Samarinda Siapkan Teras Samarinda

Andi Harun

Kompak.id, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda berencana membangun teras Samarinda yang berada di sepanjangan tepian sungai mahakam dari pelabuhan hingga jembatan Mahakam kembar, yang juga direncanakan secara teknis menjadi pusat stasiun untuk transportasi massal ramah lingkungan.

“Diantara bentuknya bisa bus berbasis gas dan kami juga memberi program kepada Dinas Perhubungan untuk bagaimana ada transportasi khusus bagi anak sekolah,” sebut Wali Kota Samarinda, H. Andi Harun.

H. Andi Harun menyatakan diadakannya transportasi khusus untuk anak sekolah guna menangkal kemacetan di pagi hari yang disebabkan para orang tua yang mengantar anaknya dengan mobil atau kendaraan pribadi.

“Sekitar jam 7 sampai jam 8 pagi itu relatif macet ya, harapannya dengan transportasi massal khusus untuk angkutan siswa, kita harapkan bisa mengurangi kemacetan,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (29/3/2023).

Orang nomor 1 di kota tepian itu menambahkan ada program yang terintergrasi antara IKN yakni pengembangan APT Pranoto, dengan hadirnya transportasi berbasis rel, di Kota Samarinda.

“Apakah itu bentuknya kereta api atau skytrail, ini yang sedang dan terus berproses secara bersama antara Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, Bandara APT Pranoto, dengan otorita IKN serta Bappenas,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kode Buku di Perpustakaan Mudahkan Pendataan dan Pencarian Koleksi

Menambahkan terkait transportasi berbasis rel, H. Andi Harun mengatakan masih memerlukan waktu karena ini adalah sebuah investasi yang tidak hanya perhitungan secara ekonomis tapi juga perhitungan teknis yang cukup matang.

“Jadi misalnya, transportasi berbasis rel dari dan ke IKN. Begitu pula terintergrasi dengan APT Pranoto. Karena ingat, APT Pranoto kita ini melayani 7 kabupaten kota. Samarinda sendiri, Kutim, Bontang, Mahulu dan Kutai Barat,” jelas H. Andi Harun.

Disinggung perihal realisasi, politisi partai Gerindra itu berkata membutuhkan waktu untuk realisasinya tetapi semua perencanaan sedang dipersiapkan.

“Karena ini investasinya triliunan rupiah, tentu tidak bisa Samarinda sendiri, Harus ada koneksi dan kolaborasi pembiayaan antara Provinsi dan Pusat,” sambungnya.

Lebih lanjut Wali Kota Samarinda tersebut berkata dengan Kota Samarinda ditetapkan sebagai jantung Kota Nusantara. Sehingga, proposal terhadap pembangunan transportasi publik yang ramah lingkungan itu menjadi satu kesatuan perencanaan yang terintegrasi antara Pemerintah Kota Samarinda, Provinsi dan Pusat.

“Pusat dalam hal ini ada 2 yakni Bappenas dan Otorita IKN,” pungkasnya. (Adv/Ain)

Related posts