Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA KONI KALTIM

Ketua KONI Kaltim Tinjau Venue Stadion Palaran, Petakan Prioritas Perbaikan Fasilitas Olahraga

Kompak.id, Samarinda – Ketua Umum KONI Kalimantan Timur, H. Anderiy Syachrum ST, kembali turun langsung meninjau kondisi sejumlah venue olahraga di Kompleks Stadion Utama Palaran. Peninjauan dilakukan bersama jajaran pengurus KONI Kaltim dan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, Selasa (21/7/2026) sore

Kunjungan diawali di venue akuatik. Anderiy meninjau tiga fasilitas kolam yang terdiri atas kolam lintasan, kolam lompat indah, dan kolam pemanasan. Dari ketiga fasilitas tersebut, hanya kolam lintasan yang saat ini masih digunakan secara rutin, itu pun terbatas untuk kebutuhan latihan atlet Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) di bawah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Dari tiga kolam ini, sementara yang bisa digunakan hanya kolam lintasan oleh atlet,” ujar Rasman.

Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan venue akuatik membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk peluang kerja sama dengan sektor swasta agar fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan atlet, tetapi juga masyarakat.

“Sebenarnya kalau ada swasta yang mau terlibat membantu pengelolaan kolam ini sangat bagus. Siapa tahu bisa menambah fasilitas bermain seperti water boom agar lebih ramai. Tidak masalah kalau dikomersialkan, jadi kolam ini bisa digunakan latihan atlet sekaligus menjadi arena rekreasi masyarakat. Manfaatnya jadi ganda,” katanya.

Selanjutnya, rombongan meninjau venue tenis. Kondisinya dinilai relatif baik dengan fasilitas yang cukup memadai. Hanya saja, lapangan masih membutuhkan tambahan penerangan agar dapat dimanfaatkan untuk latihan pada malam hari.

Berbeda dengan venue akuatik, lapangan tenis saat ini juga mulai dibuka untuk masyarakat umum karena belum dimanfaatkan secara optimal oleh atlet SKOI.

“Khusus lapangan tenis ini, pihak UPT sedang mencoba memasarkan kepada masyarakat umum daripada terbengkalai. Jadi siapa saja yang ingin menggunakan lapangan ini masih dipersilakan dan sementara tidak dipungut biaya,” jelas Rasman.

Peninjauan kemudian berlanjut ke lintasan sepatu roda dan atletik. Pada lokasi ini, rombongan menemukan kondisi yang paling memprihatinkan. Lapisan permukaan lintasan yang terbuat dari aspal halus dan beton berlapis khusus mulai mengalami kerusakan dan penipisan sehingga dikhawatirkan mengganggu keselamatan atlet saat berlatih.

Pelatih sepatu roda SKOI, Garda Hiramada, mengungkapkan pihaknya terpaksa membagi lokasi latihan demi menjaga kualitas pembinaan atlet.

“Untuk menjaga ritme latihan para atlet, kami juga berlatih di Stadion Sempaja karena lintasan di sana masih cukup layak digunakan,” ujarnya.

Usai meninjau seluruh venue, Anderiy mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi fasilitas olahraga sekaligus menentukan skala prioritas perbaikan yang harus segera ditangani.

“Kami harus memetakan terlebih dahulu venue-venue cabang olahraga yang menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti. Dari hasil peninjauan di lapangan, memang ada beberapa fasilitas yang kondisinya cukup memprihatinkan,” katanya.

Ia mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat percepatan rehabilitasi venue tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Karena itu, KONI Kaltim membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk menindaklanjuti gagasan pengelolaan venue akuatik secara komersial tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai pusat pembinaan atlet.

“Sebenarnya ini ide yang bagus. Kami akan mencari formulanya untuk merangkul pihak swasta. Begitu juga dengan lintasan sepatu roda yang membutuhkan anggaran sekitar Rp350 juta untuk perbaikan, akan kami upayakan agar bisa diakomodasi,” jelasnya.

Di akhir kunjungannya, Anderiy meminta para atlet dan pelatih tetap menjaga semangat berlatih meski di tengah keterbatasan fasilitas.

“Saya minta kepada para atlet, dengan kondisi fasilitas yang ada saat ini, jangan sampai mengendurkan semangat untuk berlatih. Kami di KONI akan terus berupaya semaksimal mungkin mengakomodasi seluruh kebutuhan dan keluhan atlet sambil mencari solusi terbaik,” pungkasnya. (Ain)

Related posts