Kompak.id, Berau – Prosesi wisuda Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) ke-6 menjadi momentum bagi ratusan lulusan untuk memasuki fase baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Tak hanya dituntut membawa gelar akademik, para wisudawan juga diharapkan mampu mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri prosesi Wisuda ke-6 UMB di SM Tower Hotel Tanjung Redeb, Rabu (09/09/2026). Wisuda tahun ini dilaksanakan secara bertahap dengan total 429 wisudawan. Pada pelaksanaan hari pertama, sebanyak 212 wisudawan mengikuti prosesi, sementara peserta lainnya dijadwalkan menjalani wisuda pada hari berikutnya.
Gamalis menilai kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah titik akhir perjalanan pendidikan. Justru, menurutnya, wisuda menjadi pintu masuk bagi para sarjana untuk mengimplementasikan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku kuliah.
“Gelar yang diperoleh hari ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Setelah meninggalkan lingkungan kampus, para lulusan akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan UMB dapat mengambil peran sesuai bidang keilmuan masing-masing, terlebih Kabupaten Berau membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mendukung berbagai sektor pembangunan.
Menurutnya, potensi daerah yang besar harus diimbangi dengan kualitas SDM yang mumpuni. Karena itu, kontribusi para sarjana baru diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi turut memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan benar-benar diterapkan. Jadikan pengetahuan itu sebagai bekal untuk bekerja, berkarya, sekaligus ikut menyelesaikan persoalan yang ada di daerah,” katanya.
Gamalis juga mengapresiasi perkembangan UMB yang dinilai terus menunjukkan kemajuan, salah satunya melalui keberagaman program studi yang ditawarkan kepada masyarakat.
Keberadaan perguruan tinggi lokal, kata dia, memberikan alternatif bagi generasi muda Berau untuk mendapatkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah.
“Perkembangan UMB tentu menjadi hal positif bagi dunia pendidikan di Berau. Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak ragu menjadikan UMB sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan,” terangnya.
Pemkab Berau, lanjut Gamalis, juga membutuhkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lulusan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah berbasis sumber daya manusia.
“Perlu diketahui dengan bekal akademik, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama proses pendidikan, para wisudawan diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang,” tandasnya. (Mit/Oke)
