Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERAU

Menjaga Berau dari Hal Sederhana, Ketika Kebersihan Menjadi Wajah Pariwisata

Tanjung Redeb – Di setiap sudut Kabupaten Berau, keindahan alam selalu menjadi cerita yang memikat. Hamparan laut biru, gugusan pulau eksotis, sungai yang membelah hutan tropis, hingga pesona bawah laut kelas dunia menjadi alasan mengapa ribuan wisatawan datang setiap tahun. Namun, di balik semua keindahan itu, ada satu hal sederhana yang sering kali menentukan kesan pertama seseorang terhadap sebuah daerah: kebersihan.

Sampah yang berserakan di tepi jalan, di kawasan wisata, atau di ruang-ruang publik dapat menghapus kekaguman yang telah dibangun oleh alam selama ribuan tahun. Sebaliknya, lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman mampu meninggalkan kenangan yang membuat wisatawan ingin kembali.

Kesadaran inilah yang terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Berau. Bagi Wakil Bupati Berau, Gamalis, menjaga kebersihan bukan sekadar urusan mengangkut sampah atau membersihkan jalan. Lebih dari itu, kebersihan adalah cerminan karakter masyarakat sekaligus wajah daerah di mata para tamu yang datang.

“Kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah akan terus meningkatkan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, namun hasilnya akan lebih optimal jika seluruh masyarakat ikut berperan,” ujarnya. Senin (27/07/2026) kepada media ini

Pesan tersebut lahir dari sebuah kenyataan bahwa Berau kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur. Dari pesisir hingga pulau-pulau yang memesona, dari kawasan ekowisata hingga wisata bahari, semuanya menawarkan panorama yang sulit ditemukan di tempat lain.

Namun, keindahan alam tidak akan memiliki arti jika tidak dibarengi dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi seorang wisatawan, pengalaman berkunjung tidak hanya ditentukan oleh indahnya pemandangan. Jalan yang bersih, pantai tanpa sampah, taman yang terawat, hingga fasilitas umum yang nyaman menjadi bagian dari cerita yang mereka bawa pulang. Dari cerita-cerita itulah nama Berau akan terus diperkenalkan kepada dunia.

Gamalis meyakini bahwa lingkungan yang bersih akan memberikan kesan positif sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, hingga para pekerja di sektor jasa.

Meski demikian, ia mengakui persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya, menjaga fasilitas umum, dan merawat lingkungan menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi masa depan daerah.

“Kita ingin setiap wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam Berau, tetapi juga merasakan lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman. Itu akan menjadi nilai lebih yang memperkuat daya tarik daerah kita,” katanya.

Karena itu, Gamalis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian. Mulai dari pengelola destinasi wisata, pelaku usaha, pemerintah kampung dan kelurahan, komunitas, hingga warga di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kebersihan tidak akan pernah berhasil diwujudkan jika hanya menjadi tugas pemerintah. Ia harus tumbuh menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Sebuah kota yang bersih bukan dibangun oleh banyaknya petugas kebersihan, melainkan oleh banyaknya warga yang peduli.

Ketika setiap orang memilih memungut sampah yang berserakan, membuang sampah pada tempatnya, atau mengingatkan sesama untuk menjaga lingkungan, sesungguhnya mereka sedang ikut membangun masa depan Berau. Mereka sedang menjaga wajah daerah agar tetap indah dipandang dan nyaman dirasakan.

“Saya berharap kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh menjadi budaya. Jika semua pihak memiliki komitmen yang sama, saya optimistis Berau akan semakin bersih, nyaman, dan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang membanggakan,” tutup Gamalis.

Pada akhirnya, daya tarik sebuah daerah tidak hanya lahir dari keindahan alam yang dianugerahkan Tuhan, tetapi juga dari kesadaran manusianya untuk merawat anugerah tersebut. Sebab, wisatawan mungkin datang karena panorama yang memukau, tetapi mereka akan kembali karena merasakan kenyamanan, keramahan, dan lingkungan yang bersih.

Dan dari kebiasaan sederhana menjaga kebersihan, Berau sedang menulis cerita besar sebagai destinasi wisata yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga layak dikenang. (mit/man)

Related posts