Kompak.id, Samarinda – Perkembangan olahraga padel di Samarinda mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Di tengah menjamurnya lapangan padel sebagai indikator meningkatnya minat masyarakat, atlet-atlet Kota Tepian kini juga mulai membuktikan kualitasnya dengan meraih prestasi di level nasional.
Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Samarinda, Muhammad Kelvin Noval Al-Nawar, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan dua pasangan atlet Samarinda yang sukses meraih gelar juara pada Anomali Padel Tournament di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026.
“Jelas kami bangga dengan apa yang dicapai anak-anak di Makassar. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan padel di Samarinda terus berkembang dengan baik. Semoga prestasi ini bisa terus terjaga dan ditingkatkan,” ujar Kelvin.
Dua medali emas tersebut dipersembahkan pasangan Farrel Zacky Ramadhan dan Al Raffi Pratama yang tampil sebagai juara di kategori Men U-18, serta pasangan Reksi Chairianda dan Hapris Ishak yang berhasil menjadi yang terbaik di kategori Men Bronze.
Menurut Kelvin, capaian tersebut bukanlah hasil yang diraih secara instan. Para atlet harus melewati persaingan yang sangat ketat mengingat turnamen terbuka itu diikuti lebih dari 500 pasangan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Persaingannya sangat ketat karena diikuti ratusan pasangan. Tetapi anak-anak mampu menunjukkan kualitas, mental bertanding, dan kepercayaan diri hingga akhirnya bisa membawa pulang dua gelar juara,” katanya.
Ia menilai, prestasi tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembinaan padel di Samarinda berada di jalur yang tepat. Selain ditopang program latihan yang semakin baik, perkembangan fasilitas berupa bertambahnya lapangan padel juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kualitas para atlet.
“Saya pikir ini menjadi bagian dari misi kami menjadikan padel sebagai salah satu olahraga andalan Samarinda dan Kalimantan Timur di level nasional. Semakin banyak lapangan padel di Samarinda, tentu akan semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi,” ungkapnya.
Kelvin berharap keberhasilan di Makassar tidak menjadi pencapaian sesaat, melainkan mampu menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk menekuni olahraga padel secara lebih serius. Menurutnya, jika pembinaan terus berjalan konsisten, Samarinda memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penyumbang atlet padel terbaik di Indonesia.
“Ini baru langkah awal. Kami ingin prestasi seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak atlet Samarinda yang mampu berbicara di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional,” tutupnya. (Ain)
