Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA

Menepis Sunyi, Menjemput Harapan, Sinergi Hangat IPPRISIA Kaltim dan DPPPA Kutai Timur Memeluk Perempuan dan Anak

Istimewa

Kompak.id, Sangatta – Sebuah langkah nyata untuk membawa perubahan bagi masa depan perempuan dan anak-anak di Kutai Timur mulai dirajut. Di balik dinding Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur, sebuah pertemuan penuh kehangatan berlangsung pada Jumat (19/6/2026).

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penata Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur hadir membawa satu misi besar: berkolaborasi demi menguatkan pilar-pilar terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Rombongan IPPRISIA diterima dengan tangan terbuka oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kutai Timur, Supianti,Pertemuan ini bukan sekadar audiensi formal, melainkan sebuah ruang berbagi visi tentang bagaimana menyelamatkan generasi masa depan dan berdaya bersama.

Dipimpin langsung oleh Ketua DPD Marliana Wahyuningrum, delegasi IPPRISIA membawa cerita tentang perjalanan panjang organisasi ini. Lahir sejak tahun 2009 dengan nama Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia, organisasi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini bertransformasi menjadi IPPRISIA pada tahun 2024. Perubahan nama ini bukan sekadar kosmetik, melainkan sebuah panggilan jiwa yang lebih luas.

“Kami bertransformasi agar mampu merangkul lebih banyak jiwa. Mulai dari jemari mungil balita, langkah awal anak-anak, dinamika remaja, kehangatan keluarga, hingga masa tua para lansia,” ungkap Marliana dengan penuh ketulusan.

Dalam kesempatan tersebut, IPPRISIA memperkenalkan tiga program unggulan yang dirancang bukan hanya sebagai proyek, melainkan sebagai bentuk pendampingan yang menyentuh hati, pertama siap berdaya, sebuah program pelatihan intensif selama 9 hingga 12 bulan.

Program ini tidak hanya melatih keterampilan fisik atau ekonomi, tetapi memeluk jiwa para pesertanya menguatkan karakter, mental, dan membangkitkan kemandirian dari dalam diri, Sahabat Peduli Anak (SAPA), hadir sebagai lentera bagi anak-anak usia sekolah (PAUD, SD, SMP).

Melalui relawan pendidikan, anak-anak didampingi agar tumbuh dengan karakter yang kuat di tengah tantangan zaman. Dan Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting, sebuah ikhtiar mendalam untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak Kutai Timur yang kehilangan masa depannya akibat stunting. Program ini menyasar ibu dan keluarga berisiko melalui edukasi pola asuh dan kesehatan lingkungan yang penuh kasih.

“Kami hadir bukan untuk berjalan sendiri, tapi sebagai mitra pemerintah. Kami ingin program-program ini benar-benar menyentuh dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Marliana.

Pemaparan penuh empati tersebut disambut haru dan apresiasi tinggi oleh Supianti. Baginya, kehadiran IPPRISIA seperti angin segar yang membawa harapan baru bagi program perlindungan perempuan dan anak di Kutai Timur.

“Kami menyambut baik kehadiran IPPRISIA. Program-program yang disampaikan sangat relevan dan menyentuh esensi dari apa yang selama ini kami perjuangkan. Semoga ini menjadi awal dari kolaborasi yang membawa manfaat nyata, menghadirkan senyum dan perlindungan yang lebih komprehensif bagi masyarakat,” tutur Supianti tulus.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini diakhiri dengan komitmen bersama. Di bawah langit Sangatta, IPPRISIA Kaltim dan DPPPA Kutai Timur sepakat untuk terus berjalan beriringan, memastikan bahwa setiap perempuan berdaya, dan setiap anak di Kutai Timur tumbuh dalam pelukan perlindungan yang aman. (OK)

Related posts