Kompak.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mencairkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap tahun 2026 melalui Program Gratispol Pendidikan. Sebanyak 21.127 mahasiswa baru angkatan 2025 yang kini memasuki semester genap di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) se-Kaltim menerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp103.147.556.750.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur selaku Juru Bicara Pemprov Kaltim, Faisal, menegaskan bahwa pencairan tahap ini difokuskan untuk mahasiswa semester dua.
“Program Gratispol ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada mahasiswa Kaltim yang putus kuliah karena persoalan biaya,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima media, Jumat (13/2026).
Ia menambahkan, bantuan untuk mahasiswa semester empat, enam, dan delapan saat ini masih dalam proses verifikasi data kependudukan melalui Dukcapil.
“Kami ingin memastikan data penerima benar-benar valid dan tepat sasaran. Karena itu, proses verifikasi dilakukan secara cermat agar tidak terjadi kesalahan penyaluran,” jelas Faisal.
Berdasarkan rekapitulasi tahun 2026, penerima manfaat tersebar di 57 perguruan tinggi, baik PTN, PTS maupun kampus dengan skema kerja sama. Dari kelompok PTN, jumlah mahasiswa terbanyak berasal dari Universitas Mulawarman sebanyak 5.134 mahasiswa dengan nilai bantuan lebih dari Rp25,6 miliar. Disusul Politeknik Negeri Samarinda (1.683 mahasiswa), Institut Teknologi Kalimantan (1.541 mahasiswa), serta UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (1.331 mahasiswa).
Dari kelompok PTS, penerima terbesar tercatat di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan 3.477 mahasiswa senilai lebih dari Rp19,2 miliar. Selanjutnya Universitas Mulia sebanyak 670 mahasiswa dan Universitas Balikpapan sebanyak 600 mahasiswa.
Menurut Faisal, program ini tidak hanya membantu mahasiswa secara finansial, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang daerah.
“Kami berharap mahasiswa bisa lebih fokus belajar, meningkatkan prestasi, dan kelak kembali membangun Kalimantan Timur dengan kompetensi yang unggul,” pungkasnya.
Pemprov Kaltim memastikan penyaluran bantuan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku serta berkomitmen menjaga keberlanjutan program sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia daerah. (*)
