Kompak.id, Samarinda – SMA Negeri 3 Samarinda resmi menerima 360 siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026 melalui proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang digelar sesuai petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan Kalimantan Timur, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Semua proses PPDB kami sepenuhnya mengacu pada juknis yang berlaku, sama seperti SMA Negeri lainnya seperti SMA 1, 2, 4, dan 5. Hanya SMA 10 yang memiliki sedikit perbedaan teknis,” jelas Rabiatul Adawiyah, Humas SMA Negeri 3 Samarinda, Rabu (16/7/2025).
PPDB di SMA Negeri 3 dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu, jalur prestasi, jalur mutasi, dan jalur prioritas. Tahap kedua melalui jalur reguler dengan sistem rayonisasi. SMA 3 sendiri termasuk dalam Rayon 3 bersama SMA Negeri 1, 5, 8, dan 14.
Untuk tahun ini, SMA 3 membuka 9 rombongan belajar (rombel), dengan kapasitas 40 siswa per kelas. Rabiatul menyebut jumlah rombel tersebut dipertahankan agar tidak membebani para guru secara berlebihan.
“Tahun lalu juga sembilan kelas dan guru-guru sudah cukup kewalahan. Ada yang hampir tak punya waktu istirahat selain saat isoma. Kalau jumlah kelas ditambah, kami khawatir akan berdampak pada kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, terkait bantuan seragam, sekolah masih menunggu distribusi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurut informasi, proses penganggaran bantuan masih dalam masa transisi dari tahun 2024 ke 2025 dan kemungkinan besar baru terealisasi pada tahun 2026.
“Seragam umum seperti putih abu-abu tidak kami sediakan karena mudah didapat di pasaran. Sekolah hanya menyediakan baju olahraga, batik, emblem, dan topi. Itupun tidak diwajibkan harus beli di sekolah,” lanjut Rabiatul.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, SMA Negeri 3 memiliki tradisi menyumbangkan seragam layak pakai dari siswa kelas 12 yang sudah lulus kepada siswa baru yang membutuhkan.
“Banyak juga siswa baru yang mendapat seragam dari saudara atau tetangga. Kami bahkan menyediakan seragam bekas sumbangan dari alumni untuk membantu mereka yang kesulitan,” imbuhnya.
Dengan komitmen pada transparansi dan kepedulian sosial, SMA Negeri 3 Samarinda berharap seluruh peserta didik bisa memulai tahun ajaran baru tanpa hambatan, baik dari sisi administratif maupun ekonomi. (Ain)
