Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERAU

Layanan Air Bersih Gurimbang Kembali Normal, Pemkab Berau Pantau Dampak Intrusi Air Laut

Kompak.id, Berau  – Pelayanan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang di Kecamatan Sambaliung kembali berjalan normal setelah sebelumnya terdampak masuknya air asin ke sumber air baku. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, turun langsung meninjau operasional IPA milik Perumda Air Minum Batiwakkal di Kampung Gurimbang, Selasa (1/9/26) kemarin. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan proses pengolahan hingga kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi standar sebelum dialirkan kepada masyarakat.

Gamalis mengatakan, kondisi IPA Gurimbang saat ini menunjukkan perkembangan positif. Setelah sempat mengalami pembatasan jam produksi akibat meningkatnya kadar air asin, instalasi tersebut kini kembali mampu beroperasi penuh selama 24 jam.

“Yang kami pastikan hari ini adalah kualitas air tetap terjaga. Kami melihat langsung hasil pengukuran sejumlah parameter, termasuk TDS dan suhu. Dari pemeriksaan yang dilakukan, kondisinya sudah kembali baik sehingga produksi air dapat berjalan normal,” katanya.

Ia menjelaskan, persoalan sebelumnya berkaitan dengan kondisi debit air tawar yang menurun akibat minimnya hujan. Situasi tersebut membuat air asin dari wilayah hilir lebih mudah bergerak menuju sumber air baku di Gurimbang.

Menurutnya, turunnya hujan di kawasan hulu menjadi salah satu faktor penting yang diharapkan dapat membantu mengembalikan kondisi sumber air.

“Harapan kami hujan segera turun di wilayah hulu. Dengan meningkatnya debit air tawar, tekanan air asin dari arah hilir bisa berkurang sehingga sumber air baku lebih stabil dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus dipertahankan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Saipul Rahman, mengungkapkan intrusi air laut mulai dirasakan sejak sekitar 24 Agustus. Pada kondisi terburuk, hasil pengukuran di intake IPA Gurimbang menunjukkan kadar TDS mencapai 1.700 ppm.

“Ketika hujan tidak turun dalam beberapa hari, air laut terdorong semakin jauh ke arah intake. Kami sempat mencatat TDS berada di angka 1.700 ppm. Karena itu, pemantauan kami lakukan secara berkala, bahkan setiap satu jam, untuk memastikan kondisi air tetap terkendali,” jelasnya.

Ia menegaskan, Perumda Batiwakkal tidak akan memaksakan proses produksi apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas air berada di atas batas yang diperbolehkan.

“Kalau hasil pengukuran belum memenuhi ketentuan, produksi tentu kami hentikan sementara. Namun dua hari terakhir kondisinya sudah membaik dan IPA Gurimbang kembali dapat beroperasi selama 24 jam,” katanya.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, Perumda Batiwakkal juga mengoptimalkan interkoneksi antara sistem Gurimbang dan Sambaliung.

Saipul turut mengingatkan pelanggan agar menghemat penggunaan air selama kondisi kemarau masih berlangsung.

“Kami meminta masyarakat menggunakan air secara bijaksana dan sesuai kebutuhan. Penggunaan yang berlebihan bisa berdampak pada pelanggan lain, terutama mereka yang berada di bagian paling ujung jaringan,” pungkasnya. (mit/Oke)

Related posts