Kompak.id, Berau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya pemerintah, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat (NGO), tetapi juga perbankan dinilai memiliki peran penting dalam membuka peluang pengembangan usaha lokal.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan permodalan. Menurutnya, pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Yang kita inginkan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana UMKM kita benar-benar berkembang. Mereka perlu didampingi, dilatih, kemudian diberikan dukungan agar produknya semakin berkualitas dan mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi,” katanya, Jum’at (21/8/2026).
Ia menilai peningkatan kapasitas pelaku UMKM akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Karena itu, Pemkab Berau terus berupaya menciptakan ruang agar pelaku usaha lokal dapat berkembang dan naik kelas.
“Kalau UMKM kita semakin kuat, tentu dampaknya juga kembali kepada masyarakat. Harapan kita usaha mereka tumbuh, pendapatannya meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” ujarnya.
Sri Juniarsih juga mengaitkan pengembangan UMKM dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, meningkatnya aktivitas pariwisata dapat menjadi peluang pasar bagi berbagai produk lokal, terutama kerajinan, kuliner, fesyen, dan produk kreatif lainnya.
“Pariwisata dan UMKM ini saling berkaitan. Ketika wisatawan semakin banyak datang ke Berau, tentu kita ingin mereka juga mengenal dan membeli produk-produk lokal yang kita miliki,” jelasnya.
Di sisi lain, Bupati meminta perbankan memperbesar kontribusinya terhadap pengembangan UMKM. Peran tersebut, kata dia, diharapkan tidak sebatas menghimpun nasabah maupun menyalurkan pembiayaan, tetapi juga diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Perbankan saya harapkan tidak hanya fokus mencari nasabah. Program CSR yang mereka miliki juga bisa diarahkan untuk membantu pelaku UMKM, termasuk sektor ekonomi kreatif yang sedang kita kembangkan,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan satu lembaga perbankan dapat menjadi contoh bagi lembaga lainnya untuk ikut mengambil bagian. Ia menyebut dukungan terhadap UMKM selama ini sudah dilakukan sejumlah pihak, termasuk Bankaltimtara, namun sinergi tersebut masih perlu diperluas.
“Kita ingin perusahaan, NGO, perbankan dan seluruh pihak yang ada di Berau memiliki tujuan yang sama. Dengan begitu, program yang dijalankan pemerintah bisa semakin kuat karena mendapat dukungan dari banyak pihak,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk sebagai salah satu kunci UMKM menembus pasar yang lebih besar. Pengembangan tersebut mencakup kemasan, kualitas, cita rasa, tampilan hingga strategi promosi.
Ia mencontohkan produk kain batik lokal yang menurutnya dapat memiliki nilai jual lebih tinggi apabila dikembangkan menjadi produk fesyen melalui kolaborasi dengan desainer.
“Jangan berhenti menjual kain sebagai bahan saja. Kalau dikembangkan menjadi pakaian dengan desain yang menarik, nilai jualnya bisa jauh berbeda. Dari yang sebelumnya ratusan ribu, bisa meningkat menjadi jutaan rupiah,” pungkasnya.(mit/OKe)
